Memperkuat Jati Diri Bangsa: Polri Bangun Karakter Anggota Hadapi Dinamika Geopolitik Global

MSIR.COM, Jakarta —Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengambil langkah strategis dengan mengadakan seminar bertajuk “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa Merajut Nusantara untuk Mewujudkan Polri Sadar Berkarakter” di Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) Polri yang unggul dan berkarakter kuat, sebagai fondasi nasionalisme di tengah kompleksitas tarik-menarik geopolitik internasional.

Asisten Kapolri Bidang SDM (As SDM Kapolri), Irjen Pol Anwar, yang membuka sekaligus menjadi pembicara utama, menyatakan seminar ini adalah upaya nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki institusi. Tujuannya adalah membentuk SDM Polri yang profesional dan berkarakter Bhayangkara Indonesia, yang dibangun melalui tiga pilar fundamental: spiritual, intelektual, dan kultural.

“Seminar ini merupakan bagian kecil dari langkah nyata dan sistematis Polri untuk memperbaiki diri dengan membangun SDM yang unggul, profesional dan berkarakter Bhayangkara Indonesia melalui pilar spiritual, intelektual dan kultural,” ujar Irjen Anwar.

 

TEMUAN RISET: PRIORITAS PENGUATAN DIMENSI SPIRITUAL 

Pentingnya penguatan karakter ini didukung oleh temuan riset yang dipaparkan oleh Dr. Junus Simangunsong, S.Si., M.T., Ketua Tim Peneliti Persaudaraan Cinta Tanah Air Indonesia. Dalam penelitian mengenai “Rekonstruksi Jati Diri Bangsa,” terungkap bahwa nilai koefisien Dimensi Spiritual memiliki skor terendah (4,28), dibandingkan intelektual (4,43) dan kultural (4,46).

Hasil ini menggarisbawahi urgensi penguatan kesadaran dan refleksi spiritual sebagai fondasi moral dan integritas anggota Polri. Irjen Anwar menegaskan, hasil riset ini akan dijadikan dasar fundamental dalam penyusunan kurikulum dan modul pembinaan karakter Polri, yang dirancang untuk memperkuat ketahanan nasional.

 

NASIONALISME SEBAGAI TAMENG GEOPOLITIK 

Menyikapi tantangan global, Karobinkar SSDM Polri, Brigjen Pol Langgeng Purnomo, menekankan bahwa penguatan karakter harus berakar pada jiwa nasionalisme. Ia menjelaskan, dinamika geopolitik internasional—meliputi globalisasi, perang dagang, dan polarisasi—menuntut Bangsa Indonesia untuk kembali pada jati diri bangsa.

“Pelindung utama Bangsa Indonesia dalam mengelola tarik menarik geopolitik internasional adalah dengan cara menguatkan jiwa nasionalisme yang dijiwai jati diri bangsa untuk menguatkan karakter bangsa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegas Brigjen Langgeng.

 

POLRI SEBAGAI ROLE MODEL DAN PENJAGA NILAI 

Dari sisi akademisi dan sejarah, seminar ini menghadirkan masukan bernilai:

* Prof. Dr. Meutia Farida Hatta Swasono (Putri Proklamator) mendorong Polri untuk menjadi role model perekat bangsa, penjaga nilai-nilai moral, dan penegak hukum yang berpegangan pada Pancasila.

* Prof. Dr. Anhar Gonggong, M.A. (Sejarawan Nasional) menyinggung esensi Pancasila, kejujuran, dan keharusan bagi Polisi untuk menjadi unsur terpenting negara yang melawan korupsi.

Selain itu, Komisioner Kompolnas, Dr. Supardi Hamid, M.Si., menutup dengan pesan bahwa penguatan karakter harus diiringi tata kelola kelembagaan yang transparan dan berkeadilan, sebagai wujud reformasi SDM yang utuh.

Secara keseluruhan, seminar yang diikuti 250 anggota Polri dan diselenggarakan secara daring ini merupakan komitmen kolektif untuk mewujudkan Polri yang responsif, berkarakter kuat, dan mampu meningkatkan kepercayaan publik. [■]

 

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16

error: Content is protected !!