![]() |
| Photo by: ig @elkanbaggott |
Kota Bekasi, MSIR.COM ------Timnas Indonesia bersiap menghentak panggung FIFA Series 2026 dengan wajah baru yang lebih intimidatif secara fisik. Keputusan pelatih John Herdman memanggil kembali bek tengah Elkan Baggott diprediksi menjadi kunci utama dalam memenangkan duel-duel udara melawan tim-tim tangguh, termasuk lawan perdana, Saint Kitts dan Nevis.
Kembalinya Baggott bukan sekadar reuni, melainkan kebutuhan taktis untuk memperkuat sektor pertahanan sekaligus menjadi senjata mematikan dalam skema bola mati (set-pieces).
ELKAN BAGGOTT: PEMUNCAK HIERARKI 'Raksasa' GARUDA
Setelah sempat absen cukup lama dari panggilan tugas negara, Elkan Baggott akhirnya melakukan comeback. Di usia 23 tahun, bek yang merumput di Inggris ini tercatat sebagai pemain dengan postur paling menjulang di skuad Garuda saat ini, yakni mencapai 196 cm.
Kehadiran Elkan otomatis menggeser peta kekuatan fisik di lini belakang yang sebelumnya didominasi oleh sang kapten, Jay Idzes (190 cm).
KOMPOSISI BEK 'Pagar Betis' SKUAD MERAH PUTIH
John Herdman tampaknya ingin memastikan area penalti Indonesia menjadi zona terlarang bagi lawan. Berikut adalah daftar bek jangkung yang dipersiapkan untuk FIFA Series 2026:
|
NAMA PEMAIN |
TINGGI BADAN |
|---|---|
|
Elkan Baggott |
196 cm |
|
Jay Idzes |
190 cm |
|
Justin Hubner |
187 cm |
|
Kevin Diks |
186 cm |
|
Jordy Amat |
185 cm |
|
Rizky Ridho |
183 cm |
Meskipun Rizky Ridho memiliki postur terpendek di antara deretan bek utama, mobilitas dan ketepatan waktu (timing) dalam duel udara tetap menjadikannya tandem yang sepadan bagi Jay Idzes maupun Justin Hubner.
LINI SERANG TAK LAGI KALAH POSTUR
Transformasi Timnas Indonesia tidak hanya terjadi di lini belakang. Di lini depan, John Herdman memanggil kombinasi pemain yang mampu menjadi target man saat duel udara maupun skema serangan balik cepat.
Hadirnya Jens Raven (187 cm), striker muda Bali United, memberikan dimensi baru di kotak penalti lawan. Ia akan bahu-membahu dengan Mauro Zijlstra (188 cm) yang selama ini menjadi ujung tombak utama.
Kejutan lain datang dari kembalinya dua nama senior, Ezra Walian dan Ole Romeny, yang keduanya sama-sama memiliki tinggi 185 cm. Postur ini sangat ideal untuk memenangkan second ball atau melakukan pressing tinggi terhadap bek lawan.
TEMBOK TERAKHIR: PERSAINGAN KETAT DI BAWAH MISTAR
Sektor penjaga gawang juga menunjukkan standar fisik kelas dunia. Emil Audero dan Maarten Paes bersaing ketat sebagai kiper nomor satu dengan tinggi identik 192 cm.
"Memiliki pemain dengan postur menjulang adalah lisensi bagi kita untuk mengontrol kotak penalti, terutama saat menghadapi intersep bola udara," ungkap pengamat sepak bola nasional.
Di sisi lain, meski memiliki tinggi di bawah 180 cm, nama-nama seperti Ernando Ari dan Cahya Supriadi tetap dibawa berkat kualitas reflek dan kemampuan distribusi bola mereka yang jempolan di kompetisi domestik.
Keputusan John Herdman untuk mengandalkan pemain bertipe "menara" menunjukkan bahwa Indonesia ingin bermain lebih efektif secara taktis. Melawan tim dari zona CONCACAF seperti Saint Kitts dan Nevis yang mengandalkan fisik, keunggulan tinggi badan Elkan Baggott dkk akan menjadi pembeda.
Dukungan publik kini menanti, mampukah deretan raksasa ini membawa Indonesia berbicara banyak di FIFA Series 2026? [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16





