MSIR.COM, Tangerang —Di tengah hiruk-pikuk pameran otomotif Gaikindo Jakarta Auto Week (GJAW) 2025 yang berlangsung di ICE, BSD City, Tangerang (21-30 November), PT Astra Daihatsu Motor (ADM) tidak hanya fokus pada penjualan. Perusahaan ini menyoroti Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) sebagai inti dari kehadirannya, terutama melalui pilar “Hijau Bersama Daihatsu”.
Setiap perusahaan otomotif memiliki kewajiban sosial, dan bagi Daihatsu, hal ini diwujudkan melalui empat pilar utama: Pintar, Sehat, Hijau, dan Sejahtera Bersama Daihatsu.
FOKUS UTAMA: “Penyu Untuk Indonesia”
Komitmen Daihatsu untuk menjaga kelestarian alam tercermin jelas dalam inisiatif “Penyu Untuk Indonesia”. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi penyediaan fasilitas konservasi penyu yang berfungsi ganda sebagai pusat edukasi vital bagi masyarakat.
Penyu (ordo ilmiah: Chelonioidea), yang merupakan reptil laut purba dan terancam punah, menjadi fokus utama. Dari 7 spesies penyu laut di dunia, 6 di antaranya berhabitat di perairan Indonesia. Sayangnya, keberlangsungan hidup mereka kian terancam akibat perubahan iklim, pembangunan industri, dan polusi sampah laut yang masif.
Sejak tahun 2011, Daihatsu telah menjalin kerja sama erat dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup, dan berbagai komunitas pelindung penyu untuk mengonservasi satwa yang dilindungi ini.
43.371 TUKIK DILEPAS DALAM 10 BULAN
Ferry Nugroho, Executive Coordinator General Affairs Division PT ADM, mengungkapkan kemajuan signifikan program ini.
”Daihatsu telah secara rutin melakukan pelepasliaran anak penyu. Pada periode Januari hingga Oktober 2025, tercatat sebanyak 43.371 tukik (anak penyu) telah dilepaskan di berbagai pantai di Indonesia,” kata Ferry.
Selain kegiatan konservasi, fasilitas binaan Daihatsu juga terbuka sebagai pusat edukasi bagi siswa, mahasiswa, peneliti, dan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang ingin mempelajari proses konservasi penyu secara langsung.
I Wayan Anom Astika Jaya, Ketua Konservasi Penyu Kurma Asih di Pantai Perancak, Jembrana, Bali, turut diundang dalam pameran GJAW 2025 untuk berbagi kisah sukses pelestarian. Konservasi Kurma Asih adalah satu dari total 7 Konservasi Penyu Binaan Daihatsu yang tersebar di Nusantara.
Konservasi Binaan Daihatsu:
* Taman Nasional Kepulauan Seribu (2013)
* Perancak, Bali (2013)
* Batu Hiu, Pangandaran (2015)
* Pasir Jambak, Padang (2017)
* Pantai Binasi, Sibolga (2019)
* Alun Utara, Bengkulu (2020)
* Jogosimo, Kebumen (2021)
”Kami ingin menjadikan kegiatan ini sebagai inspirasi untuk berbagi kebahagiaan dan mendorong aksi nyata pelestarian lingkungan bersama masyarakat dan Konservasi Binaan Daihatsu,” tutup Ferry, menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply