MSIR.COM, Kota Bekasi —Pemerintah Kota Bekasi berkomitmen penuh untuk meningkatkan akuntabilitas dan efisiensi pengelolaan anggaran tahun 2026. Langkah ini ditegaskan dalam Rapat Evaluasi APBD Kabupaten/Kota se-Jawa Barat yang berlangsung di Gedung Negara Pakuan, Bandung, Jumat (9/1/2026).
Hadir dalam pertemuan tersebut Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, didampingi Kepala BPKAD Yudianto, dan Kepala Bapperida Dicky Irawan. Rapat yang dipimpin langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ini menjadi momentum krusial untuk menyelaraskan kebijakan fiskal daerah dengan visi Pemerintah Provinsi dan Pusat.
TRANSPARANSI DAN PENGHEMATAN BELANJA
Dalam arahannya, Gubernur Dedi Mulyadi menekankan tiga pilar utama bagi seluruh kepala daerah di Jawa Barat:

1. Keterbukaan Publik: Rincian APBD wajib dipublikasikan secara masif melalui media sosial.
2. Sektor Prioritas: Fokus anggaran pada infrastruktur dasar, pendidikan, dan layanan kesehatan.
3. Efisiensi Ketat: Melakukan penghematan pada belanja non-prioritas, seperti pengurangan perjalanan dinas, guna menghadapi tantangan penurunan dana transfer.
RESPON WALI KOTA BEKASI
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyambut positif arahan tersebut. Ia memastikan bahwa setiap rupiah dalam APBD 2026 akan dikelola secara transparan dan berorientasi pada hasil nyata bagi warga Bekasi.
”Kami siap menjalankan efisiensi. Fokus utama kami tetap pada program yang berdampak langsung ke masyarakat. Transparansi bukan sekadar kewajiban, tapi cara kami membangun kepercayaan publik terhadap tata kelola pemerintahan,” ujar Tri Adhianto. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()










Leave a Reply