MSIR.COM, Kabupaten Bekasi — Sebuah video yang menunjukkan adanya pungutan liar (pungli) saat pembagian raport di Sekolah Dasar (SD) Negeri Sukarukun 01, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, terlihat orang tua murid berkumpul di salah satu kelas SDN tersebut untuk mengumpulkan uang senilai Rp. 100 ribu, dengan rincian Rp. 50 ribu untuk menebus raport dan Rp. 50 ribu untuk uang saku.
Salah satu orang tua murid yang tidak mau disebutkan namanya membenarkan adanya pembayaran uang tebus raport tersebut.
“Betul itu, kita namanya buruh ya, bukan besar kecilnya nominal 50 ribunya, cuma kan kondisi seperti sekarang ini untuk nominal itu besar banget, apalagi diwajibkan gitu loh,” katanya.
Orang tua murid tersebut juga mengaku tidak berani datang ke sekolah untuk mengambil raport anaknya karena tidak memiliki uang.
“Saya sampai hari ini aja tadi hari Jumat dijadwalkan pembagian raport, saya sampai gak berani datang, karena apa posisinya saya memang gak ada uang saat ini sampai saya gak bisa nebus raport kedua anak saya itu,” tambahnya.
Banyak orang tua murid yang mengeluh dan tidak berani protes ke sekolah karena adanya ancaman dari pihak sekolah.
“Banyak yang mengeluh, tapi tidak berani protes karena takut,” kata orang tua murid tersebut.
Pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Namun, Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi telah diminta untuk menginvestigasi kasus pungli di SDN Sukarukun 01 tersebut.
Kasus ini menuai kecaman dari masyarakat yang menuntut agar pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi mengambil tindakan tegas terhadap pungli di sekolah. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()










Leave a Reply