Kondisi Memilukan Gayo Lues: Muslim Ayub Desak Relokasi 500 KK Usai Terjebak Isolasi Sebulan

MSIR.COM, Gayo LuesSuasana haru menyelimuti Desa Merindang dan Desa Pasir di Kecamatan Tripe Jaya, Gayo Lues, saat rombongan “NasDem Peduli” yang dipimpin Anggota DPR RI, Muslim Ayub, berhasil menembus akses jalan yang lumpuh total pada Rabu malam (24/12/2025).

​Setelah hampir satu bulan terisolasi tanpa aliran listrik dan jaringan komunikasi akibat bencana longsor, warga setempat akhirnya menerima bantuan langsung. Namun, kondisi di lapangan jauh lebih buruk dari yang dibayangkan. Ratusan warga, termasuk ibu-ibu dan balita, terpaksa bertahan hidup di bawah tenda plastik seadanya di tengah kegelapan malam.

 

​Melihat penderitaan warga yang kehilangan segalanya mulai dari rumah, masjid, sekolah, hingga pesantren yang hanyut tersapu arus, Muslim Ayub tak kuasa menahan air mata.

​”Melihat mereka hidup di bawah terpal tanpa cahaya sedikit pun, saya benar-benar terpukul. Ini adalah kondisi bencana yang sangat ekstrem,” ungkap Muslim dengan nada bergetar.

 

PERMINTAAN RELOKASI HARGA MATI 

Tokoh masyarakat setempat menyampaikan aspirasi tunggal kepada pemerintah: Relokasi. Mereka merasa wilayah tersebut sudah tidak lagi aman untuk ditinggali. Hilangnya infrastruktur vital secara total membuat warga merasa tidak memiliki masa depan jika tetap bertahan di lokasi lama.

​Menanggapi hal tersebut, Muslim Ayub mendesak pemerintah pusat dan Presiden Prabowo untuk segera mengambil langkah taktis. Ia menekankan bahwa penyediaan hunian sementara (huntara) atau barak pengungsian yang layak adalah prioritas mendesak, terutama menjelang bulan suci Ramadhan.

​”Warga tidak mungkin kembali ke sana. Lokasinya terlalu berisiko. Pemerintah harus segera menyiapkan relokasi bagi sekitar 500 Kepala Keluarga (KK) agar mereka bisa hidup layak,” tegasnya.

​Buruknya akses komunikasi di wilayah tersebut disinyalir menjadi penyebab lambatnya bantuan dan publikasi mengenai penderitaan warga Gayo Lues. Dengan kunjungan ini, diharapkan mata pemerintah pusat tertuju pada titik-titik isolasi di Aceh yang masih membutuhkan penanganan darurat. (Muhammad – Kontributor Aceh). [■]

 

 

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16

error: Content is protected !!