Menjaga Akar Budaya di Kota Industri: Semangat Lebaran Bekasi 2026
Kabupaten Bekasi, MSIR.COM ------Kabupaten Bekasi bukan sekadar pusat industri raksasa; ia adalah rumah bagi jutaan jiwa dengan akar budaya yang kuat. Pada Sabtu (04/04/2026), suasana di Saung Jajaka, Kampung Gabus, tampak berbeda. Plt Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, secara resmi menegaskan dukungannya pada gelaran Lebaran Bekasi ke-8 sebagai benteng pertahanan budaya lokal.
Di tengah gempuran modernisasi dan status Bekasi sebagai daerah multikultural yang dihuni warga dari 48 negara berbeda, dr. Asep mengingatkan bahwa identitas asli Bekasi tidak boleh luntur.
Fokus Utama: Mengapa Lebaran Bekasi Penting?
Menurut dr. Asep, keberagaman 3,4 juta penduduk Bekasi adalah kekuatan, namun budaya lokal adalah jangkar. Berikut adalah poin-poin penting yang ditekankan dalam acara tersebut:
- Pelestarian Tradisi "Nyorok": Budaya silaturahmi kepada orang tua dan sesepuh yang menjadi ruh masyarakat Bekasi.
- Identitas di Tengah Multikulturalisme: Menjaga marwah budaya lokal agar tetap eksis di tengah pengaruh budaya asing (ekspatriat).
- Transformasi Menjadi Agenda Rutin: Pemkab Bekasi berencana menetapkan anggaran tetap agar perayaan ini lestari setiap tahun.
DARI "Superman" MENJADI "Super Team": VISI PEMBANGUNAN BEKASI
Bukan hanya soal seremoni budaya, dr. Asep Surya Atmaja memanfaatkan momentum ini untuk memaparkan transparansi kinerjanya. Ia menegaskan bahwa membangun Bekasi tidak bisa dilakukan sendirian.
"Saya bukan superman, tapi kita harus menjadi super team. Semua unsur harus terlibat dalam membangun Bekasi," tegas dr. Asep.
Langkah strategis yang tengah digarap meliputi:
- Pembenahan Sistem Perizinan: Mempermudah investasi dengan tata kelola yang bersih.
- Penataan Pasar Tumpah: Mengurai kemacetan dan menata estetika kota.
- Transparansi Keuangan: Memastikan setiap rupiah anggaran daerah kembali untuk kepentingan rakyat.
DAMIN SADA: LEBARAN BEKASI ADALAH BENTENG IDENTITAS
Ketua Panitia sekaligus Ketua Jajaka Nusantara, Damin Sada, mengungkapkan bahwa Lebaran Bekasi lahir dari rasa prihatin. Di era digital di mana interaksi seringkali hanya lewat layar, tradisi tatap muka langsung menjadi barang mewah yang harus dipertahankan.
"Kalau budaya sampai hilang, lalu apa identitas kita sebagai orang Bekasi?" cetus Damin.
Ia menyambut baik rencana pemerintah untuk memberikan dukungan anggaran rutin, mengingat selama delapan tahun ini kegiatan berjalan atas dasar kemandirian dan semangat gotong royong. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16







