Kota Bekasi, MSIR.COM ------Sisa-sisa kehancuran akibat insiden kebakaran besar di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Mustikajaya, Kota Bekasi, masih menyisakan pemandangan memilukan hingga hari ini, Kamis siang 2/4/2026 pantauan langsung ke TKP.
Peristiwa mencekam yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam tersebut tidak hanya menghanguskan area operasional SPBE, tetapi juga meluluhlantakkan pemukiman warga dan sektor usaha di sekitarnya. Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, berikut adalah rangkuman kondisi terkini pasca-bencana.
1. 14 BANGUNAN MENGALAMI KERUSAKAN SERIUS
Dampak amukan si jago merah tercatat menghancurkan sedikitnya 14 unit bangunan. Mayoritas bangunan yang terdampak adalah hunian warga dan tempat usaha yang berada tepat di titik utama api. Bangunan-bangunan semi-permanen kini hanya menyisakan kerangka kayu yang hangus menjadi arang hitam pekat.
2. MATERIAL BANGUNAN MELELEH AKIBAT PANAS EKSTREM
Dahsyatnya suhu panas saat kejadian terlihat dari tumpukan material seng yang penyok dan menghitam. Bahkan, pemandangan menyedihkan tampak di salah satu sudut reruntuhan; deretan rak berisi kerajinan gerabah milik warga ikut terpanggang di antara dinding bata yang telah roboh.
3. AREA DISTERILKAN DENGAN GARIS POLISI
Untuk menjaga keamanan dan mempermudah proses investigasi, petugas telah memasang garis polisi (police line) kuning di sepanjang area terdampak. Langkah ini diambil guna mensterilkan lokasi dari kerumunan warga yang mencoba mendekat ke area berbahaya.
4. LALU LINTAS MERAYAP DAN JADI TONTONAN WARGA
Hingga siang ini, arus lalu lintas di sekitar lokasi Mustikajaya terpantau merayap. Banyak pengendara motor maupun mobil yang memperlambat laju kendaraan mereka karena penasaran ingin melihat kondisi reruntuhan. Pohon-pohon besar di sekitar lokasi pun tampak meranggas dengan dahan patah akibat paparan suhu tinggi semalam.
5. PENJAGAAN KETAT PETUGAS KEAMANAN
Sejumlah personel keamanan masih bersiaga penuh di lokasi kejadian. Selain memastikan situasi kondusif, petugas juga mengantisipasi adanya aktivitas warga yang membahayakan di sekitar tembok pembatas SPBE yang telah menghitam akibat jilatan api.
Investigasi sementara menunjukkan bahwa api dipicu oleh kebocoran gas pada saat proses pengisian tabung utama. Mengingat sifat material di SPBE yang sangat flammable (mudah terbakar), api dengan cepat menyambar area pemukiman di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Warga diimbau untuk tidak melewati batas garis polisi demi keselamatan bersama. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16






