![]() |
| Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho saat wawancara dengan awak media |
Jakarta, MSIR.COM ------Arus Mudik Lebaran Idulfitri 1447 H resmi memasuki fase pengamanan intensif. Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol. Agus Suryonugroho, mengumumkan dimulainya Operasi Ketupat 2026 setelah Apel Gelar Pasukan di Monas, Kamis (12/3/2026).
Tahun ini, Polri mengusung semangat "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" dengan transformasi pengamanan berbasis teknologi mutakhir dan rekayasa lalu lintas yang lebih presisi.
5 KLASTER PRIORITAS PENGAMANAN MUDIK 2026
Berbeda dengan tahun sebelumnya, Operasi Ketupat kali ini membagi fokus pada lima zona strategis untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap cair:
- Jalan Tol: Fokus pada titik lelah dan simpul pertemuan arus.
- Jalur Arteri: Penanganan pasar tumpah dan persimpangan sebidang.
- Kawasan Penyeberangan: Optimalisasi pelabuhan Merak-Bakauheni dan Ketapang-Gilimanuk.
- Simpul Transportasi: Keamanan ketat di Terminal, Bandara, dan Stasiun.
- Destinasi Wisata & Ibadah: Antisipasi lonjakan pengunjung pasca-hari H.
PANTAUAN REAL-TIME: DRONE DAN BODY CAM ERA DI LAPANGAN
Salah satu terobosan besar dalam Operasi Ketupat 2026 adalah penggunaan infrastruktur digital secara masif. Personel di lapangan kini dibekali dengan:
- Drone Surveillance: Memantau kemacetan dari udara untuk menentukan titik bottleneck.
- Body Camera: Memastikan transparansi petugas dan koordinasi real-time dengan pusat komando.
- Traffic Counting System: Sensor digital yang menghitung volume kendaraan secara otomatis sebagai dasar penentuan rekayasa lalin.
PARAMETER REKAYASA LALU LINTAS (One Way & Contraflow)
Polri menegaskan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas tahun ini tidak lagi bersifat tebak-tebakan, melainkan berbasis data (Data-Driven Policy). Berikut adalah indikator pemberlakuan skema di jalan tol:
|
Volume Kendaraan (per Jam) |
Skema Rekayasa Lalu Lintas |
|---|---|
|
* > 5.500 Kendaraan |
Contraflow 1 Lajur |
|
* > 6.500 Kendaraan |
Contraflow 2 Lajur |
|
* Kepadatan Ekstrem |
One Way (KM 70 s.d KM 236 arah Jateng) |
"Semua skenario cara bertindak sudah dirumuskan. Jika volume mencapai angka kritis, One Way tahap pertama akan segera diaktifkan dari KM 70 hingga KM 236 guna mengurai penumpukan," jelas Irjen Pol. Agus Suryonugroho.
ANTISIPASI JALUR PUNCAK DAN WISATA
Selain tol Trans-Jawa, perhatian khusus diberikan pada jalur Puncak (Gadog) dan Bocimi. Sistem One Way menuju Puncak akan tetap diberlakukan secara situasional pada pagi hari, khususnya saat akhir pekan, dengan evaluasi berkala di sore hari. Titik krusial lain seperti Simpul Mengkreng di Jawa Timur dan kawasan wisata Malang Raya juga masuk dalam pemantauan ketat tim gabungan.
DUKUNGAN ARMADA UNTUK DAERAH TERDAMPAK
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga memberikan atensi khusus pada wilayah yang sempat terkena bencana. Sebanyak 150 kendaraan operasional baru diserahkan kepada tiga Polda (masing-masing 50 unit) untuk menjamin pelayanan mudik tetap prima hingga ke pelosok yang sulit dijangkau.
Pastikan para pemudik memantau aplikasi navigasi dan arahan petugas di lapangan. Dengan dukungan teknologi drone dan perhitungan volume kendaraan yang presisi, Polri optimis arus mudik 2026 akan lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16





