Kota Bekasi, MSIR.COM ------ Ada yang berbeda di area perkantoran Pemerintah Kota Bekasi belakangan ini. Jika biasanya hiruk-pikuk berbagi sedekah identik dengan hari Jumat, kini suasana hangat tersebut bergeser ke hari Selasa. Mengusung nama baru "Selasa Bahagia", gerakan ini menjadi bukti bahwa semangat berbagi tak boleh luntur hanya karena perubahan jadwal kerja.
Ingin PUBLIKASI BERITA atau PASANG IKLAN di sini?
"Bisnis Anda Ingin Dilihat Ribuan Pembaca?
Promosikan produk atau jasa Anda di sini. Hubungi tim redaksi Media Seputar Indonesia Raya untuk penawaran menarik."
HUBUNGI: 0812-8175-4849 "REDAKSI" SEKARANG!MENGAPA BERUBAH MENJADI SELASA BAHAGIA?
Keputusan ini diambil bukan tanpa alasan. Seiring dengan diberlakukannya kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Jumat, kegiatan rutin yang dulunya bertajuk "Jumat Berkah" perlu beradaptasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa perubahan hari ini justru dilakukan untuk menjaga konsistensi. Agar bantuan tetap sampai ke tangan warga secara langsung, maka momen setelah apel pagi atau olahraga bersama (Sparco) di hari Selasa dipilih sebagai waktu yang paling ideal.
"Perubahan ini hanya soal waktu. Semangat berbagi dan kepedulian kepada masyarakat harus tetap jalan, karena itulah esensinya," ungkap Tri Adhianto dengan penuh optimisme.
LEBIH DARI SEKADAR SEDEKAH
Bagi Pemkot Bekasi, "Selasa Bahagia" bukan sekadar ritual pembagian bantuan. Ini adalah jembatan emosional antara pemerintah dan warga. Setelah lelah berolahraga pagi atau mengikuti apel, para ASN diajak untuk langsung terjun menebar manfaat.
Beberapa poin penting dari gerakan ini antara lain:
- Konsistensi Pelayanan: Memastikan masyarakat tetap mendapatkan perhatian meski pola kerja ASN berubah.
- Membangun Budaya Peduli: Mengasah rasa empati para pegawai di lingkungan pemerintah.
- Kedekatan Sosial: Menciptakan ruang interaksi yang lebih santai dan humanis antara pejabat publik dan warga.
RESPON Positif MASYARAKAT
Kehadiran "Selasa Bahagia" disambut hangat oleh warga. Banyak yang merasa bahwa bantuan di awal pekan justru memberikan suntikan semangat baru untuk menjalani aktivitas seminggu ke depan. Di sisi lain, para ASN juga merasa lebih fleksibel dalam mengatur waktu antara kewajiban kerja (WFH) dan pengabdian sosial.
Dengan langkah inovatif ini, Kota Bekasi membuktikan bahwa kebijakan birokrasi yang modern tetap bisa berjalan beriringan dengan nilai-nilai kearifan lokal dan kepedulian sosial.[■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
- *Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
- *Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16






