Iklan kantor DPRD Kota Bekasi

iklan

Drama di Sidoarjo! Skor Kacamata Paksa Garuda Muda Tersingkir, Coach Kurniawan: "Saya yang Bertanggung Jawab"

REDAKSI
Minggu, April 19, 2026 | 22:02 WIB Last Updated 2026-04-19T15:05:34Z
Kurniawan Dwi Yulianto Indonesia U-17 vs Vietnam
Photo Cuplikan Tayangan Indosiar 


Kota Bekasi, MSIR.COM ------ Atmosfer haru menyelimuti Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada Minggu malam (19/4). Laga "hidup mati" yang mempertemukan Timnas Indonesia U-17 melawan rival abadi, Vietnam U-17, berakhir dengan skor imbang 0-0. Hasil ini memastikan langkah Garuda Muda terhenti dan gagal melaju ke babak semifinal.

​Meski bermain di hadapan pendukung sendiri, rapatnya barisan pertahanan Vietnam menjadi tembok besar yang sulit ditembus oleh anak asuh Kurniawan Dwi Yulianto.

   

Ingin PUBLIKASI BERITA atau PASANG IKLAN di sini?

 ​"Bisnis Anda Ingin Dilihat Ribuan Pembaca?

 Promosikan produk atau jasa Anda di sini. Hubungi tim redaksi Media Seputar Indonesia Raya untuk penawaran menarik."

            HUBUNGI: 0812-8175-4849 "REDAKSI" SEKARANG!    

PERMINTAAN MAAF SANG LEGENDA: "Pemain Sudah Berjuang"

​Usai peluit panjang dibunyikan, raut kekecewaan tidak bisa disembunyikan dari wajah para pemain. Dalam sesi wawancara eksklusif yang dilansir dari tayangan Indosiar, Pelatih Kepala Indonesia U-17, Kurniawan Dwi Yulianto, langsung pasang badan atas hasil minor ini.​

"Kita hanya bisa draw dan gagal melaju ke semifinal. Secara pribadi, yang bertanggung jawab di sini adalah saya," ujar Kurniawan dengan nada tegar.

Legenda sepak bola Indonesia yang akrab disapa "Si Kurus" ini juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh suporter Indonesia. Namun, ia tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemainnya yang telah berjibaku di lapangan selama 90 menit.

ANALISIS TAKTIK: DEFEND-COUNTER YANG BELUM MAKSIMAL 

​Kurniawan membeberkan bahwa strategi yang diterapkan sebenarnya sudah dijalankan dengan baik oleh para pemain. Fokus utama Indonesia dalam laga ini adalah skema defend-counter (bertahan dan serangan balik).

  • Kedisiplinan: Pemain disiplin dalam menjaga area pertahanan.
  • Kendala: Efektivitas serangan balik masih kurang tajam saat memasuki area sepertiga akhir lawan.
  • Fisik: Intensitas pertandingan yang tinggi membuat transisi dari bertahan ke menyerang seringkali terhambat.

​"Mereka sudah berjuang dan menjalankan apa yang diperintahkan. Kita memang coba bermain defend counter, hanya memang saat eksekusi masih kurang maksimal," tambahnya.

MENATAP MASA DEPAN: EVALUASI MENUJU PIALA ASIA 

​Gagal di fase ini bukan berarti kiamat bagi Garuda Muda. Kurniawan menegaskan bahwa turnamen ini adalah pijakan penting untuk proses pematangan tim. Hasil imbang melawan Vietnam ini akan menjadi bahan evaluasi besar-besaran, terutama dalam mempersiapkan skuad menuju Piala Asia mendatang.

​"Ini jadi evaluasi ke depannya, apalagi nanti kita akan menghadapi tantangan yang lebih besar di Piala Asia," tutup Kurniawan.

Kekalahan (atau kegagalan lolos) memang pahit, namun proses pembinaan usia muda bukanlah tentang trofi semata, melainkan tentang perkembangan mental dan taktik. Mari tetap kawal Garuda Muda untuk terbang lebih tinggi di ajang internasional berikutnya! [■] 

Logo MSIR
INFO TERKINI: Media Seputar Indonesia Raya — Catatan Informasi Berita dan Peristiwa — Menyajikan Informasi Berita Online Bekasi Raya dan Nasional — PT. MEDIA DIGITAL MITRA JASA — Kunjungi Website Kami Cepat, Akurat, dan Terpercaya







Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar



Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Drama di Sidoarjo! Skor Kacamata Paksa Garuda Muda Tersingkir, Coach Kurniawan: "Saya yang Bertanggung Jawab"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trending Now

Iklan logo PWI dan SMSI

Logo PWI dan SMSI