Iklan

iklan

Anggota DPRD Kota Bekasi Menyoroti Tragedi Longsor TPST Bantargebang 8 Maret 2026: 4 Jenazah Ditemukan, 9 Orang Diduga Tertimbun

REDAKSI
Minggu, Maret 08, 2026 | 15:12 WIB Last Updated 2026-03-08T12:06:23Z
Proses evakuasi korban longsor TPST Bantargebang 8 Maret 2026


Kota Bekasi, MSIR.COM ------Suasana di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang berubah mencekam pada Minggu (8/3/2026) siang. Gunungan sampah di Zona 4 dilaporkan longsor secara mendadak, menimbun antrean truk sampah dan sejumlah warga yang berada di lokasi.

​Hingga berita ini diunggah, tim evakuasi telah menemukan 4 jenazah korban yang langsung dilarikan ke RSUDCAM Kota Bekasi menggunakan ambulans yang telah disiagakan.

KRONOLOGI KEJADIAN: SUARA GEMURUH DI TENGAH ANTREAN TRUK 

​Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan kesaksian warga, area Zona 4 saat itu sedang padat oleh aktivitas truk pengangkut sampah yang tengah mengantre.

​"Suara gemuruhnya sangat keras, seperti suara ledakan atau tanah runtuh. Tidak lama kemudian, material sampah dalam jumlah besar langsung meluncur ke bawah menimpa truk dan warung-warung di sekitarnya," ujar salah seorang saksi mata di lokasi kejadian.



​Data sementara yang dihimpun dari lapangan menyebutkan diperkirakan masih ada 8 hingga 9 orang yang tertimbun material longsoran.

EVAKUASI BESAR-BESARAN: BPBD DKI JAKARTA DITERJUNKAN 

​Mengingat skala longsoran yang cukup luas, proses evakuasi kini melibatkan berbagai pihak. Pantauan di lapangan menunjukkan:

  • 8 unit ambulans disiagakan untuk evakuasi cepat.
  • ​Personel dan armada BPBD DKI Jakarta telah tiba untuk memperkuat tim relawan lokal.
  • ​Alat berat dikerahkan untuk menyisir material sampah guna mencari korban yang masih hilang.

DESAKAN PERTANGGUNGJAWABAN UPST DKI JAKARTA 

​Insiden di Zona 4 ini bukan sekadar musibah alam, melainkan alarm keras bagi manajemen pengolahan sampah. Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Anton tampak hadir di lokasi untuk memantau langsung proses penanganan korban.

​Warga sekitar menuntut transparansi dan tanggung jawab penuh dari pihak pengelola. "Pimpinan TPST Bantargebang UPST-DKI harus bertanggung jawab. Ini soal sistem pengelolaan yang gagal dan mengancam nyawa manusia," tegas seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya.

​Hingga saat ini, pihak pimpinan TPST Bantargebang belum memberikan pernyataan resmi. Upaya konfirmasi melalui telepon maupun WhatsApp masih menunjukkan status tidak aktif.

EVALUASI DARURAT SISTEM KEAMANAN SAMPAH 

​Tragedi ini menjadi catatan kelam bagi tata kelola sampah Jakarta di Bekasi. Pakar lingkungan menilai gunungan sampah yang terus meninggi tanpa penguatan struktur yang ketat adalah "bom waktu" yang bisa meledak kapan saja.

​Dibutuhkan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan kerja (K3) dan pengawasan infrastruktur di TPST Bantargebang agar nyawa para pejuang kebersihan dan warga sekitar tidak lagi menjadi taruhan. [■] 








Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.

*Channel WhatsApphttps://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16









Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Anggota DPRD Kota Bekasi Menyoroti Tragedi Longsor TPST Bantargebang 8 Maret 2026: 4 Jenazah Ditemukan, 9 Orang Diduga Tertimbun

Iklan

iklan