Iklan kantor DPRD Kota Bekasi

iklan

FIFA Series 2026: PSSI Patuh karena Butuh, Suporter Menghela Napas Jenuh

REDAKSI
Rabu, Maret 25, 2026 | 22:05 WIB Last Updated 2026-03-25T15:11:11Z


Kota Bekasi, MSIR.COM ------Ada pemandangan yang terasa ironis di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) akhir Maret 2026 ini. Di saat euforia jelang Piala Dunia 2026 sedang memuncak di belahan dunia lain, Indonesia justru sibuk menggelar karpet merah untuk turnamen "hiburan" bertajuk FIFA Series 2026. Sebuah proyek pilot FIFA yang mempertemukan negara-negara dari konfederasi berbeda dalam laga persahabatan.

​Pertanyaan besar pun menyeruak di kalangan publik, terutama bagi mereka yang masih merasakan kepedihan mendalam akibat kegagalan Timnas Garuda melangkah lebih jauh ke Amerika Serikat-Kanada-Meksiko. Kenapa PSSI begitu patuh menjalankan agenda ini? Mengapa energi besar, biaya yang tidak sedikit, dan waktu istirahat pemain harus dikorbankan untuk sebuah panggung formalitas?

​Jawabannya, secara pragmatis, adalah kombinasi antara kebutuhan politik luar negeri dan realitas pahit sepak bola kita.

PERTAMA, ini soal "Compliance" dan Lobi Politisi Sepak Bola. PSSI, di bawah kepemimpinan yang ambisius, paham betul bahwa menolak arahan Gianni Infantino adalah langkah bunuh diri secara diplomasi. Status sebagai tuan rumah FIFA Series adalah "piala" tersendiri bagi PSSI di level korporat FIFA. 

Ini adalah upaya untuk terus menjaga citra Indonesia sebagai negara yang "patuh" dan "siap" berorganisasi, terutama setelah rentetan kegagalan kita menjadi tuan rumah ajang besar (Piala Dunia U-20). PSSI patuh karena butuh pengakuan internasional, meski prestasi di lapangan masih berbanding terbalik.

KEDUA, Realitas Peringkat dan Masa Transisi. Secara teknis, poin FIFA Matchday dari turnamen ini memang bisa menaikkan peringkat. Namun, ini hanyalah pelipur lara. Kita sedang berada di fase transisi, mungkin sedang mencoba pelatih baru atau kerangka tim baru. FIFA Series menjadi ajang uji coba "tanpa beban". Masalahnya, tanpa beban sering kali berarti tanpa target yang jelas.

​Bagi suporter, turnamen ini adalah panggung tanpa naskah drama yang mendebarkan. Tidak ada pertaruhan hidup-mati. Tidak ada ambisi besar yang dikejar. Yang ada hanyalah formalitas kalender FIFA yang harus digugurkan demi memenuhi laporan kerja tahunan.

​Kita berharap PSSI tidak terjebak dalam euforia semu sebagai tuan rumah ajang formalitas ini. Kepasrahan untuk patuh pada setiap program FIFA jangan sampai mengaburkan fokus utama: membangun skuad yang benar-benar kompetitif agar di masa depan, kita tidak lagi hanya sibuk menggelar turnamen "seri" di saat negara lain sedang sibuk mempersiapkan diri untuk putaran final PIALA DUNIA 2026.

​PSSI patuh karena butuh lobi, namun suporter berhak jenuh karena terus-menerus disuguhi panggung hiburan, bukan kemenangan sejati. (Opini Redaksi Media Seputar Indonesia Raya). [■] 








Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.

*Channel WhatsApphttps://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16









Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • FIFA Series 2026: PSSI Patuh karena Butuh, Suporter Menghela Napas Jenuh

Trending Now

Iklan

Logo PWI dan SMSI