Iklan kantor DPRD Kota Bekasi

iklan

Arus Balik Lebaran 2026: Strategi 'Delaying System' Sukses Urai Macet di Merak-Bakauheni

REDAKSI
Sabtu, Maret 28, 2026 | 17:59 WIB Last Updated 2026-03-28T17:31:29Z
Photo Dok. ASDP


Lampung, MSIR.COM ------Pengelolaan arus balik Lebaran 2026 mencatatkan tren positif. Hingga H+6 Lebaran (Sabtu, 28 Maret 2026), mayoritas pemudik dari Pulau Sumatera terpantau telah kembali ke Pulau Jawa dengan kondisi lalu lintas yang relatif terkendali atau berada dalam "Zona Hijau".

​Berdasarkan data terbaru dari PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), efektivitas koordinasi lintas sektoral menjadi kunci utama kelancaran mudik tahun ini.

​72% PEMUDIK SUDAH KEMBALI KE JAWA 

​Secara akumulatif, pergerakan penumpang dari Sumatera menuju Jawa telah mencapai angka yang signifikan. Berikut adalah rincian performa penyeberangan hingga H+6:

Kategori

Jumlah Kembali

Persentase

Total Saat Mudik

*Penumpang 

     651.195     orang

  72%

     898.864         orang

*Kendaraan

 169.385 unit

  71%

 239.920 unit

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa meskipun terjadi peningkatan trafik yang cukup tajam, kualitas layanan tetap terjaga prima. "Ini adalah hasil kerja bersama seluruh stakeholder yang memastikan mudik aman dan Lebaran tetap nyaman," ungkapnya.

​PENERAPAN 'Delaying System' YANG ADAPTIF 

​Salah satu faktor yang membuat pencarian Google terkait "Macet Merak" menurun tahun ini adalah penerapan Delaying System oleh Polri.

​Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa skema rekayasa lalu lintas diterapkan secara dinamis mengikuti indikator situasi:

  • Hijau: Arus lancar (Kondisi saat ini).
  • Kuning: Mulai terjadi antrean (Aktivasi kantong parkir).
  • Merah: Kepadatan tinggi (Aktivasi buffer zone maksimal).

​"Kami juga menyiapkan skenario alternatif apabila terjadi antrean panjang, terutama untuk lintas Jawa-Bali yang saat ini baru mencapai 51% kepulangan," tambah Kapolri.

​SISA 30% PEMUDIK DI BAKAUHENI 

​Menhub Dudy Purwagandhi memberikan apresiasi kepada masyarakat yang disiplin mengikuti jadwal tiket Ferizy. Menurutnya, kunci keberhasilan tahun ini adalah penggunaan teknologi dan kepatuhan pengguna jasa.​

"Dari Bakauheni, masih tersisa sekitar 30 persen pemudik. Seluruh skema telah disiapkan, mulai dari buffer zone hingga penyiapan kapal tambahan untuk mengurai kepadatan dalam dua hari ke depan," jelas Menhub.

Tren Kenaikan Trafik 2026 vs 2025

​Menariknya, data menunjukkan adanya kenaikan volume kendaraan dan penumpang dibanding tahun lalu:

  • Sumatera ke Jawa: Penumpang naik 2,1%, Kendaraan naik 4%.
  • Jawa ke Sumatera: Penumpang naik 2,5%, Kendaraan naik 6,7%.

​Untuk mengantisipasi ini, ASDP mengoperasikan 28 hingga 33 kapal per hari dengan pola Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat durasi bongkar muat di dermaga.

​MENGAPA ARUS BALIK 2026 LEBIH LANCAR ? 

​Setidaknya ada tiga faktor utama yang membuat pencarian informasi "Arus Balik 2026" didominasi berita positif:

  1. Stimulus Diskon Tarif: Kebijakan ASDP memberikan diskon untuk penyeberangan di luar jam puncak terbukti efektif memecah konsentrasi massa.
  2. Digitalisasi Tiket (Ferizy): Kewajiban membeli tiket H-1 melalui aplikasi Ferizy menghilangkan antrean di gerbang pelabuhan.
  3. Kesiagaan Personel: Sebanyak 1.926 personel gabungan disiagakan di titik-titik krusial Merak dan Bakauheni.

Bagi Anda yang belum melakukan perjalanan balik, pastikan telah memiliki tiket sebelum tiba di pelabuhan. Pastikan saldo e-money mencukupi dan kondisi fisik dalam keadaan fit. [■] 








Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.

*Channel WhatsApphttps://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16









Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Arus Balik Lebaran 2026: Strategi 'Delaying System' Sukses Urai Macet di Merak-Bakauheni

Trending Now

Iklan

Logo PWI dan SMSI