Bogor, MSIR.COM ------Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI baru saja merayakan hari jadinya yang ke-19 pada Jumat (30/01/2026). Bertempat di Sport Hall PMPP TNI, Sentul, Bogor, acara syukuran yang dipimpin oleh Komandan PMPP TNI, Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan, S.I.P., ini bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penguatan jati diri prajurit penjaga perdamaian dunia.
PROFESIONAL, ADAPTIF, IMPARTIAL, DAN HUMANIS
Tahun ini, PMPP TNI mengusung tema yang sangat krusial: “Mewujudkan Prajurit PMPP TNI yang Profesional, Adaptif, Impartial, dan Humanis dalam Mendukung Tugas Pokok TNI.”
Tema ini mencerminkan tantangan misi perdamaian PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) yang kian kompleks. Dalam sambutannya, Brigjen TNI Iwan Bambang Setiawan menekankan bahwa standar pelatihan internasional adalah harga mati.
"Peningkatan kapabilitas melalui pelatihan berstandar PBB sangat penting agar setiap peacekeeper TNI siap diterjunkan ke wilayah konflik manapun di dunia dengan kesiapan mental dan operasional yang prima," tegas Komandan PMPP TNI.
RANGKAIAN KEGIATAN YANG MENYENTUH MASYARAKAT
Perayaan HUT ke-19 ini tidak hanya dilakukan di internal asrama, tetapi juga melibatkan aspek sosial dan kemanusiaan melalui:
- Bakti Sosial: Rehabilitasi Musholla Al-Ikhlas di Hambalang sebagai wujud kedekatan TNI dengan rakyat.
- Kemanusiaan: Aksi donor darah untuk membantu ketersediaan stok darah nasional.
- Olahraga & Kekeluargaan: Perlombaan tenis meja, bola voli, hingga jalan sehat untuk menjaga kebugaran prajurit.
- Apresiasi Generasi: Penyerahan penghargaan bagi putra-putri organik PMPP TNI yang berprestasi.
MENGAPA PMPP TNI BEGITU VITAL?
Dilihat dari perspektif strategis, PMPP TNI adalah "wajah" diplomasi pertahanan Indonesia. Dengan usia yang hampir dua dekade, lembaga ini telah berhasil menempatkan Indonesia dalam jajaran kontributor pasukan perdamaian terbesar di dunia. Prinsip Impartial (tidak memihak) dan Humanis yang ditekankan dalam HUT kali ini menjadi kunci mengapa pasukan TNI selalu diterima dengan baik oleh masyarakat lokal di daerah misi seperti Lebanon, Afrika Tengah, hingga Kongo.
Acara syukuran ditutup dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama, sebuah simbol rasa syukur atas pengabdian 19 tahun menjaga perdamaian dunia di bawah panji Merah Putih.[■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16



