MSIR.COM, Kota Bekasi —Nama merk Yamaha Crypton pasti membangkitkan nostalgia bagi penggemar otomotif di Indonesia. Motor bebek 4-tak pertama Yamaha yang populer di era 90-an ini kini bereinkarnasi dalam wujud yang lebih modern: Yamaha Crypton Finn. Meskipun masih mempertahankan esensi motor bebek yang praktis untuk harian, motor ini hadir dengan desain dan fitur yang telah diperbarui.
DESAIN DAN FITUR MODERN YANG MEMIKAT
Crypton Finn tampil dengan bodi yang lebih aerodinamis dan sudut yang lebih kontemporer. Sentuhan modern paling mencolok terlihat pada desain lampu sein yang menyerupai bumerang di area tameng depan. Menariknya, bagian bawah lampu sein ini berfungsi sebagai Daytime Running Light (DRL), memperkuat kesan kekinian. Untuk menambah kesan sporty, di bagian bawah tameng depan disematkan lubang menyerupai airduct yang menutupi klakson.
Aspek kepraktisan juga ditingkatkan dengan adanya pocket penyimpanan di balik bodi depan sebelah kiri dan yang tak kalah penting, fitur USB power outlet untuk pengisian daya gadget—sebuah keharusan pada motor modern.
Sayangnya, ada satu hal yang masih terasa “jadul“: panel instrumen full analog. Tidak ada sentuhan layar digital sama sekali, yang mungkin menjadi catatan bagi konsumen yang mengharapkan tampilan yang sepenuhnya futuristik.

PERFORMA MESIN DAN INOVASI PENGEREMAN
Di sektor dapur pacu, Crypton Finn sudah mengadopsi teknologi yang lebih maju dengan sistem injeksi bahan bakar. Ia ditenagai oleh mesin SOHC 114 cc berpendingin udara, menghasilkan tenaga sebesar 8,85 HP pada 7.000 rpm dan torsi 9,2 Nm pada 5.500 rpm. Dengan bobot basah yang hanya 100 Kg, motor ini tergolong sangat ringan.
Fitur keamanan pengereman juga ditingkatkan dengan sistem UBS (Unified Brake System). Meskipun berbeda nama, prinsip kerjanya identik dengan Combi Brake System (CBS) milik pabrikan lain, yang menjamin pengereman lebih seimbang dan aman.
TARGET PASAR DAN HARGA FANTASTIS
Penting untuk dicatat, Yamaha Crypton Finn saat ini tidak beredar di Indonesia, melainkan dipasarkan di negara seperti Kolombia. Model ini menggantikan Crypton FI (yang serupa dengan Yamaha Vega Force di Indonesia) dan jelas ditujukan untuk segmen motor bebek entry level. Minimnya beberapa fitur canggih sejalan dengan posisinya di pasar ini.
Namun, harganya cukup mengejutkan. Di Kolombia, motor ini dibanderol sekitar 8.900 Peso Kolombia, yang jika dikonversi setara dengan kurang lebih Rp 38 jutaan. Harga ini terbilang cukup tinggi jika dibandingkan dengan harga motor bebek sekelasnya di pasar Tanah Air. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply