Waspada Jebakan Digital 2025: Ini 7 Modus Penipuan WhatsApp Paling Baru (Cek Ciri-Ciri & Cara Aman dari Kominfo-OJK)

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

MSIR.COM, Kota Bekasi —Aplikasi pesan instan WhatsApp menjadi salah satu kanal favorit penipu online seiring tingginya angka pengguna di Indonesia. Modus kejahatan siber ini terus berevolusi, membuat masyarakat harus ekstra waspada.

​Berdasarkan data dan himbauan terbaru dari Kominfo, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), hingga Meta (WhatsApp), berikut adalah rangkuman 7 jenis penipuan WhatsApp yang paling sering dilaporkan dan cara ampuh untuk mengatasinya.

 

A. 7 JENIS PENIPUAN WHATSAPP PALING UMUM (Update 2025)

Gambar Ilustrasi
Gambar Ilustrasi

1. PENIPUAN “Ini Saya” / “Nomor Baru Saya” (The Most Wanted Scam)

​Modus ini masih mendominasi laporan sejak 2023. Pelaku berpura-pura menjadi kerabat dekat dengan nomor baru, menggunakan foto profil curian, dan meminta transfer dana darurat. Waspada: Pesan selalu bersifat mendesak agar korban tidak sempat berpikir atau memverifikasi. (Sumber: Kominfo.go.id, 2024).

 

2. PENIPUAN UNDIAN / GIVEAWAY PALSU 

​Pelaku mengatasnamakan brand besar (seperti bank, e-commerce, atau operator seluler) dan mengabarkan Anda memenangkan hadiah. Tujuannya adalah memancing korban mentransfer “biaya administrasi” atau “pajak hadiah” ke rekening pribadi penipu. Fakta OJK: Perusahaan resmi tidak akan pernah meminta biaya admin via WhatsApp, apalagi untuk mengklaim hadiah. (Sumber: OJK – Waspada Hadiah Palsu, 2024).

 

3. PENIPUAN KODE OTP (One Time Password)

​Penipu menyamar sebagai “tim support WhatsApp” atau layanan verifikasi lain. Mereka akan meminta Anda mengirimkan Kode OTP 6 digit yang dikirimkan ke SMS Anda. Peringatan Keras WhatsApp: Kode OTP adalah kunci untuk mengambil alih akun Anda. WhatsApp tidak pernah meminta OTP Anda. Segera aktifkan Verifikasi Dua Langkah untuk perlindungan ganda. (Sumber: FAQ Resmi WhatsApp).

 

4. PENIPUAN LOWONGAN KERJA & INVESTASI (Job/Trading Scam)

​Tawaran pekerjaan paruh waktu (misalnya “like” video, review produk) atau investasi bodong dengan imbalan sangat tinggi. Fakta OJK & Polri: Modus ini seringkali dioperasikan oleh sindikat luar negeri (scam farm). Puluhan grup palsu “trading tugas harian” telah ditindak sejak 2023. Selalu cek legalitas perusahaan investasi di situs resmi OJK. (Sumber: OJK Waspada Investasi Ilegal, 2025).

 

​5. PENIPUAN KURIR / PAKET TERTAHAN (Phishing)

​Anda menerima pesan dari “kurir” (JNE, Pos, dll.) yang meminta Anda mengklik tautan pelacakan palsu (sering berbentuk file APK atau tautan pendek). Bahaya: Tautan ini mengandung malware atau phishing site yang dirancang untuk mencuri data pribadi, termasuk password perbankan. (Sumber: ID-CERT & Kominfo, 2024).

 

6. PENIPUAN JODOH ONLINE (Romance Scam)

​Pelaku membangun hubungan emosional/romantis dalam jangka waktu tertentu, lalu memanfaatkan kepercayaan untuk meminta bantuan uang dengan berbagai alasan mendesak. Data Internasional: Interpol dan Polri melaporkan peningkatan signifikan kasus Romance Scam di Asia Tenggara. (Sumber: Interpol Romance Scam Report, 2024).

 

7. PENIPUAN AMAL / DONASI PALSU (Baru)

​Penipu mengaku dari lembaga sosial resmi, meminta donasi untuk bencana alam atau anak yatim. Uang akan diarahkan ke rekening pribadi atau situs palsu. Tips Aman Kemensos: Salurkan donasi hanya melalui lembaga resmi yang terdaftar dan terpercaya. (Sumber: Kemensos RI – Himbauan Donasi Aman, 2024).

 

B. CIRI-CIRI WAJIB DICURIGAI DARI PESAN PENIPUAN 

 

 

C. LINDUNGI DIRI ANDA : 3 LANGKAH KRUSIAL

  1. Verifikasi Lintas Kanal (The Golden Rule): Jika ada pesan minta uang/data dari kenalan, jangan balas chat tersebut. Segera hubungi orang yang bersangkutan melalui nomor lamanya, telepon, atau video call untuk memastikan.
  2. JANGAN PERNAH Bagikan Kode OTP: Anggap Kode OTP sebagai password bank Anda. Siapa pun yang memintanya (termasuk yang mengaku dari “WhatsApp”) adalah penipu.
  3. Aktifkan Verifikasi Dua Langkah (Two-Step Verification): Langkah pertahanan terkuat. Masuk ke Settings > Account > Two-step verification > Enable. Ini akan meminta PIN 6 digit setiap kali akun Anda didaftarkan di perangkat baru, bahkan jika OTP Anda bocor.
  4. Blokir & Laporkan: Segera Block dan Report nomor penipu di WhatsApp. Anda juga dapat melaporkannya ke portal resmi seperti lapor.go.id atau aduan@kominfo.go.id. [■]

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16

error: Content is protected !!