Tragedi Anak di NTT Jadi Alarm Keras, Wakapolri Perintahkan Seluruh Polres Kawal Ketat Bansos APBN 2026: Jangan Ada yang Terlewat!

MSIR.COM,  Ngada, NTT  Sebuah tragedi memilukan di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyentak kesadaran publik. Seorang anak diduga mengakhiri hidupnya akibat tekanan ekonomi dan ketidakmampuan membeli alat tulis sekolah. Menanggapi hal ini, Mabes Polri langsung mengambil langkah tegas agar peristiwa serupa tidak lagi terulang di bumi pertiwi.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Polri akan turun langsung mengawal implementasi APBN 2026. Fokus utamanya adalah memastikan bantuan sosial tepat sasaran hingga ke pelosok desa.

“Peristiwa ini menjadi pengingat agar negara hadir lebih cepat dan nyata. Kita punya anggaran, kita punya program. Tugas Polri adalah memastikan bantuan itu menyentuh tangan mereka yang benar-benar membutuhkan,” tegas Komjen Dedi Prasetyo dalam keterangannya.
​ 

POLRI SEBAGAI JEMBATAN KEHADIRAN NEGARA
​Langkah proaktif Polri ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan arahan Presiden RI, skema APBN 2026 dirancang untuk mengikis angka kemiskinan ekstrem hingga 0%. Polri, dengan jaringan luas hingga Bhabinkamtibmas di tingkat desa, dianggap sebagai instrumen paling efektif untuk melakukan verifikasi data di lapangan.

Wakapolri menginstruksikan para Kapolres di seluruh Indonesia untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan BPS guna melakukan pendataan ulang keluarga miskin ekstrem.
​ 

DAFTAR PROGRAM PRIORITAS APBN 2026 YANG DIKAWAL POLRI
​Polri akan memberikan pengawalan ketat pada sejumlah program bantuan strategis agar tidak bocor atau salah sasaran. Berikut adalah daftar bantuan yang wajib diketahui masyarakat:

* Pendidikan: Beasiswa PIP, KIP Kuliah, dan Beasiswa Sekolah Rakyat Berasrama.

* Kesehatan: Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk 130,3 juta orang dan PBI JKN bagi 96,8 juta jiwa.

​* Ketahanan Pangan: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menyasar 82,9 juta penerima.

* Bansos Tunai: PKH (10 juta keluarga) dan Bantuan Sembako Rp200 ribu/bulan (18,3 juta keluarga).

* ​Kelompok Rentan: Bantuan Permakanan lansia/disabilitas serta Bantuan Anak Yatim Piatu (YAPI).

* ​Ekonomi & Subsidi: Subsidi LPG, BBM, Pupuk, KUR, hingga Sertifikat Halal Gratis bagi UMKM.
 

​KOMITMEN “Zero” KEMISKINAN EKSTREM
​Polri menekankan bahwa ukuran keberhasilan bukan hanya pada penyerapan anggaran, melainkan pada keakuratan data di lapangan. “Pendataan harus akurat, verifikasi harus nyata. Jangan sampai ada warga yang berhak tapi tidak tahu cara mengaksesnya,” tambah Wakapolri.

Tragedi di NTT menjadi momentum bagi seluruh jajaran kepolisian untuk beralih dari sekadar penjaga keamanan menjadi motor penggerak kesejahteraan sosial.

“Kami yakin dengan gotong royong, kemiskinan ekstrem bisa kita atasi. Polri akan berada di garis depan memastikan negara hadir untuk rakyat,” tutupnya. [■]

 

 

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16