MSIR.COM, Kota Bekasi —Teka-teki siapa nakhoda baru Persebaya Surabaya di sisa musim ini kian mengerucut. Publik kini menanti pengumuman resmi dari manajemen terkait kesepakatan dengan pelatih berlisensi UEFA Pro, Bernardo Tavares. Jika terwujud, keputusan ini diprediksi menjadi titik balik paling krusial bagi perjalanan Green Force untuk kembali ke jalur kompetitif di Super League.
Harapan besar kini diemban Bonek, suporter setia Persebaya, yang merindukan stabilitas dan identitas permainan khas tim kesayangan mereka. Tavares, yang dijuluki sebagai ‘arsitek keajaiban’, memang bukan sosok asing. Ia adalah pelatih yang sukses membawa PSM Makassar merengkuh gelar Liga 1 2022/2023 di tengah tantangan finansial yang melanda skuad Juku Eja.
Rekor Tavares selama memimpin PSM terbilang impresif: 129 pertandingan dengan rata-rata stabil 1,62 poin per laga. Selain juara liga, tangan dinginnya juga mengantar PSM tampil kompetitif di kancah Asia, termasuk mencapai final AFC Cup Zona ASEAN 2022/2023.
MENGAPA TAVARES COCOK UNTUK PERSEBAYA ?
Di usia 45 tahun, Tavares dikenal sebagai pelatih yang matang dan adaptif. Ia identik dengan formasi 3-5-2, sebuah skema yang dianggap ideal untuk Persebaya yang terkenal dengan permainan agresif dan pressing intens.
Pendekatan Taktik Kunci: Formasi 3-5-2 ini memungkinkan eksplorasi maksimal pada sektor sayap, yang notabene adalah salah satu area kekuatan historis Persebaya. Pendekatan ini juga menekankan organisasi permainan dan efektivitas transisi, yang dibutuhkan Persebaya untuk membenahi pertahanan dan meningkatkan produktivitas gol.
Rekam jejak Tavares dalam memoles dan memberikan kesempatan kepada pemain lokal dan talenta muda menjadi angin segar. Bonek sangat optimistis, di bawah asuhannya, kepercayaan diri dan potensi pemain-pemain muda Green Force akan kembali mekar, layaknya saat ia memaksimalkan potensi pemain PSM.
KEMBALINYA KONEKSI PORTUGAL – SURABAYA
Jika resmi diumumkan, Tavares akan melanjutkan estafet kepelatihan asal Portugal yang sempat terputus lama di Surabaya, sejak era Divaldo Alves (2011–2012) di Persebaya 1927. Kembalinya tradisi ini membangkitkan memori kedisiplinan, etos kerja keras, dan sentuhan taktik Eropa Selatan di benak Bonek. Manajemen Persebaya disebut tinggal menyelesaikan detail teknis sebelum pengumuman resmi yang akan disiarkan dalam waktu dekat. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16









Leave a Reply