MSIR.COM, Kota Bekasi —Merespons isu mogok dagang yang dilakukan oleh sejumlah penjual daging sapi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Baru pada Rabu (22/01/2026).
Langkah ini diambil untuk memastikan ketersediaan stok pangan dan mencari solusi atas lonjakan harga yang dikeluhkan pedagang serta konsumen.
KONDISI RIIL DI LAPANGAN: HARGA MELAMBUNG, DAYA BELI MENURUN
Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi mogok yang direncanakan berlangsung mulai Kamis (23/01) hingga Sabtu (25/01) dipicu oleh “himpitan” ekonomi. Harga sapi hidup, terutama sapi impor, terus merangkak naik sementara daya beli masyarakat justru melemah.
Data dari Panel Harga Badan Pangan menunjukkan:
* Harga Rata-rata Kota Bekasi: Rp133.659 per kg.
* Harga di Pasar Kranji (PIHPS): Mencapai Rp140.000 per kg (naik Rp5.000 dari harga sebelumnya).

Wali Kota Tri Adhianto menyebutkan bahwa dari total 319 kios di Pasar Baru, baru 11 kios yang memutuskan untuk berhenti beroperasi sementara. “Ini adalah dinamika pasar yang serius. Harga modal tinggi tidak sebanding dengan perputaran uang di masyarakat,” ujar Tri.
LANGKAH STRATEGIS PEMKOT BEKASI
Didampingi Kepala Disdagperin, Ika Indah Yarti, Tri Adhianto menegaskan pemerintah daerah tidak akan tinggal diam. Berikut adalah langkah-langkah yang akan diambil:
1. Laporan ke Pusat: Pemkot Bekasi segera menyurati Kementerian Pertanian terkait kondisi riil harga sapi impor dan lokal.
2. Intervensi Stok: Mengupayakan penambahan pasokan daging guna menekan harga di tingkat pasar.
3. Stabilitas Harga: Menjaga agar skema ‘timbang hidup’ sapi impor tidak memberatkan margin pedagang kecil. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()









Leave a Reply