Proyek Revitalisasi Sungai Kayuringin Bekasi: Solusi Tuntas Banjir & Penataan PKL, Target Rampung Akhir 2025

Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi
Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi

Wali Kota Bekasi Tinjau Langsung Proyek Krusial Pencegahan Banjir di Kayuringin

MSIR.COM, Kota Bekasi —Pemerintah Kota Bekasi serius menanggulangi masalah banjir yang kerap melanda kawasan Kayuringin. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi proyek revitalisasi dan normalisasi bantaran Sungai Kayuringin di Bekasi Selatan, Rabu 22/10/2025 . Proyek strategis ini diklaim sebagai jawaban atas persoalan genangan air dan penataan kawasan yang semrawut.

​Dalam tinjauannya, Tri Adhianto didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi, Idi Sutanto, serta perwakilan dari Balai Sungai Wilayah Ciliwung Cisadane (BSWCC).

 

PROGRES PENGERJAAN DAN TARGET PENYELESAIAN 

​Proyek ini memiliki dua fokus utama: revitalisasi kawasan dan normalisasi aliran sungai. Tahap revitalisasi melibatkan penertiban dan pembongkaran lapak-lapak pedagang kaki lima (PKL) liar yang sebelumnya memenuhi bantaran.

​”Pembongkaran sudah tuntas. Saat ini, progres fisiknya sudah mencapai sekitar 30 persen,” jelas Wali Kota Tri.

​Dia memastikan bahwa penataan fisik dilakukan sesuai kondisi eksisting. “Penataan dilakukan tanpa mengambil sedikit pun area trotoar, sehingga fungsi pedestrian untuk warga tetap aman dan nyaman,” tambahnya.

 

PROYEK INI DITARGETKAN RAMPUNG PADA AKHIR TAHUN 2025

Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi
Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi

​Normalisasi Sungai: Kunci Mengatasi Banjir

​Selain penataan kawasan, fokus krusial lainnya adalah normalisasi sungai. Langkah ini mencakup pelebaran saluran dan pengerukan sedimentasi secara masif. Normalisasi bertujuan mengembalikan kapasitas optimal sungai agar aliran air, terutama dari kawasan hulu seperti Galaxy, dapat mengalir lancar langsung menuju Kali Bekasi.

​Wali Kota menekankan urgensi normalisasi ini. “Selama ini Kayuringin selalu menjadi titik genangan. Dengan pelebaran dan penguatan struktur aliran, kita ingin air tidak meluap dan cepat terbuang. Ini adalah bagian krusial untuk mengurangi potensi banjir,” tegas Tri.

 

ASPEK SOSIAL DAN PEMBINAAN PEDAGANG 

Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi
Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi

​Menariknya, Pemkot Bekasi juga menyentuh aspek sosial ekonomi pasca-penertiban. Bekerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB), Pemkot melakukan pendataan komprehensif terhadap para pedagang yang terdampak.

​”Kami tidak hanya menggusur, tapi juga memberikan solusi. Mereka akan dibina melalui pembentukan paguyuban resmi, mendapat identitas, akses layanan perbankan BJB, dan diarahkan ke lokasi berdagang yang tertib dan terorganisir,” papar Tri. Tujuannya adalah memastikan tidak ada lagi pedagang liar setelah proyek selesai, menjaga lingkungan tetap rapi, sementara pedagang tetap bisa berusaha.

​Lahan proyek diketahui milik Perum Jasa Tirta (PJT), menunjukkan bahwa pengerjaan ini adalah hasil dari koordinasi lintas lembaga yang kuat antara Pemkot, BSWCC, dan PJT. [■]

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16

error: Content is protected !!