Jakarta, MSIR.COM — Presiden terpilih, Prabowo Subianto, kembali menunjukkan komitmennya terhadap sektor kesehatan. Dalam kunjungan ke Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Prof. Dr. Mahar Mardjono di Cawang, Jakarta, ia memuji fasilitas dan tenaga medis yang dinilai setara dengan rumah sakit bertaraf internasional. Tak hanya itu, Prabowo juga secara langsung menantang Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk membangun 500 rumah sakit berkualitas di setiap kabupaten di seluruh Indonesia.
APRESIASI UNTUK RSPON: STANDAR INTERNASIONAL DI DALAM NEGERI
Prabowo menyatakan kebanggaannya setelah melihat langsung RSPON yang memiliki dokter spesialis dan peralatan canggih. Menurutnya, fasilitas tersebut tidak kalah dengan rumah sakit di luar negeri. Pernyataan ini sekaligus menjadi penekanan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi kerja keras Menkes Budi Gunadi Sadikin dan jajarannya dalam menyelesaikan pembangunan gedung layanan terpadu RSPON. “Ini adalah keberhasilan kita semua. Kita harus bangga dengan prestasi ini,” ujar Prabowo, seraya menambahkan bahwa pencapaian ini adalah wujud nyata dari demokrasi yang berhasil.
TARGET AMBISIUS: 500 RS UNTUK PEMERATAAN KESEHATAN
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menekankan pentingnya pemerataan fasilitas kesehatan di seluruh Tanah Air, termasuk di daerah terpencil. “Kesehatan dan pendidikan adalah wujud dari demokrasi yang sebenarnya. Setiap rakyat berhak mendapatkan pelayanan terbaik, bahkan yang paling miskin dan tinggal di daerah terpencil,” tegasnya.
Tantangan membangun 500 rumah sakit berkualitas di setiap kabupaten dilontarkan sebagai langkah konkret untuk mewujudkan cita-cita tersebut. Menanggapi keraguan akan target ambisius ini, Prabowo optimis. Ia percaya, dengan niat yang kuat dan pengelolaan sumber daya yang tepat, target tersebut bisa dicapai. Ia juga mencontohkan keberhasilan pemerintah dalam membangun 30 rumah sakit pada tahun ini, dengan target 66 rumah sakit di tahun depan, termasuk di wilayah seperti Tobelo, Anambas, dan Taliabu.

SOLUSI UNTUK KEKURANGAN TENAGA MEDIS: KOLABORASI DAN KERJA KERAS
Prabowo juga menyoroti masalah klasik di sektor kesehatan, yaitu kekurangan tenaga dokter dan paramedis. Menurutnya, masalah ini bukan hanya dialami Indonesia, tetapi juga negara-negara maju seperti di Eropa dan Amerika. Ia menekankan perlunya kerja keras dan pemanfaatan segala kemampuan yang ada untuk mengatasi kendala ini.
Tantangan dan target yang disampaikan Prabowo ini menegaskan fokus pemerintahannya pada peningkatan kualitas hidup rakyat, khususnya di bidang kesehatan. Dengan adanya tantangan ini, publik kini menantikan langkah-langkah konkret dari Kementerian Kesehatan untuk merealisasikan visi besar tersebut. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply