Kota Bekasi, MSIR.COM — Gelombang kedatangan merek mobil Cina di Indonesia terus berlanjut, menciptakan dinamika baru di pasar otomotif nasional yang sebelumnya didominasi oleh merek Jepang dan Korea Selatan. Persaingan yang semakin ketat ini, khususnya di segmen kendaraan ramah lingkungan, menempatkan beberapa nama baru sebagai pemain kunci. Data penjualan Juli 2025 menunjukkan performa impresif dari merek-merek ini, yang kini tak bisa lagi dipandang sebelah mata.
Berdasarkan data wholesales (penjualan dari pabrik ke diler) bulan Juli 2025, total distribusi mobil Cina mencapai 6.848 unit, dengan penjualan retail (diler ke konsumen) yang melampaui angka tersebut, yaitu 8.081 unit—meningkat dari 7.900 unit pada Juni 2025. Angka ini mencerminkan tingginya minat konsumen terhadap mobil-mobil buatan Cina yang dikenal menawarkan fitur melimpah dengan harga kompetitif.
Berikut adalah 10 merek mobil Cina terlaris di Indonesia pada Juli 2025:
* BYD (2.335 unit)
BYD kembali mengukuhkan posisinya sebagai pemimpin pasar. Dengan fokus pada kendaraan listrik murni (BEV) dan model-model yang diimpor utuh (CBU), BYD mendistribusikan 2.335 unit ke diler. Bahkan, angka penjualan retailnya lebih tinggi, mencapai 2.827 unit, menandakan respons pasar yang sangat positif.
* Chery (1.593 unit)
Di posisi kedua, Chery menunjukkan konsistensi dengan terus memperluas lini produknya, termasuk model elektrifikasi dan SUV yang sangat diminati konsumen Indonesia. Strategi ini berhasil menjadikannya pesaing kuat di pasar otomotif.
* Wuling (1.256 unit)
Sebagai pelopor merek Cina di Indonesia, Wuling kini berada di posisi ketiga. Meskipun memiliki jajaran produk yang lengkap, termasuk mobil listrik populer seperti Air EV dan Binguo EV, Wuling harus mengakui agresivitas pesaing-pesaing barunya.
* Denza (523 unit)
Sub-brand premium dari BYD ini langsung menunjukkan performa menjanjikan. Dengan mengandalkan satu model andalannya, Denza D9, merek ini berhasil mencatatkan penjualan wholesales sebesar 523 unit.
* Aion (421 unit)
Aion, yang berada di bawah naungan GAC, menjadi kejutan di pasar EV. Dengan distribusi 421 unit, Aion semakin memperkuat posisinya, bahkan berhasil menyalip Denza dalam angka penjualan retail.
* Geely (249 unit)
Geely mencatatkan penjualan 249 unit, menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan di masa depan. Meskipun belum sebesar pemain utama, merek ini terus menarik perhatian dengan penawaran produknya.
* Morris Garage (MG) (151 unit)
Morris Garage (MG) tetap eksis di pasar Indonesia. Merek yang memadukan desain Eropa dengan produksi di bawah payung SAIC Motor ini berhasil mempertahankan eksistensinya dengan penjualan 151 unit.
* Xpeng (75 unit)
Pemain EV baru, Xpeng, yang fokus pada teknologi canggih, mencatatkan penjualan 75 unit. Kehadiran merek ini menambah opsi bagi konsumen yang mencari kendaraan listrik murni inovatif.
* Jetour (59 unit)
Sub-brand dari Chery Group, Jetour, berhasil masuk dalam 10 besar. Strategi pemasaran yang agresif dan desain SUV yang modern menjadi kunci keberhasilannya dengan mencatat penjualan 59 unit.
* DFSK (58 unit)
DFSK, yang sebelumnya populer dengan model Super Cab dan Glory, kini tetap bertahan. Meskipun penjualannya belum terlalu signifikan, merek ini menunjukkan ketahanan di tengah persaingan yang ketat. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👇
PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the: 🫱 mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp: 👇https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
Biar kagak ketinggalan update berita menarik setiap hari.🙏










Leave a Reply