Pemerintah Masih Galau, Changan Nekat ‘Potong Harga’ Mobil Listrik Hingga Rp 40 Juta!

MSIR.COM, Kota Bekasi Di tengah teka-teki kelanjutan insentif Kendaraan Listrik (EV) dari pemerintah untuk tahun 2026, Changan Indonesia mengambil langkah berani. Produsen otomotif di bawah naungan Indomobil Group ini memilih untuk “pasang badan” demi menjaga minat konsumen di awal tahun.
​ 

STRATEGI HARGA CHANGAN: SIAP HADAPI PPN 12%
​Meski Changan Lumin dan Deepal S07 telah memenuhi syarat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) 40%, ketidakpastian regulasi membuat manajemen menetapkan strategi harga baru. CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, mengungkapkan bahwa pihaknya kini mulai menggunakan acuan PPN normal 12% dalam menetapkan harga resmi.

“Untuk antisipasi, kita gunakan hitungan 12% dulu. Jika merujuk pada harga ideal di website, Changan Lumin dibanderol Rp 199 juta dan Deepal S07 di angka Rp 649 juta,” ujar Setiawan saat ditemui di kawasan Ampera, Jakarta Selatan (30/1).
​ 

PROMO SPESIAL JANUARI: SUBSIDI MANDIRI DARI INDOMOBIL
​Kabar baiknya, bagi konsumen yang melakukan pemesanan pada Januari 2026, Changan memberikan “insentif mandiri”. Selisih harga akibat belum jelasnya subsidi pemerintah akan ditanggung sementara oleh pihak distributor.

Langkah ini diambil agar konsumen tetap mendapatkan harga kompetitif yang bahkan jauh di bawah harga resmi di situs web. Berikut adalah perbandingan harga spesial yang ditawarkan:

Model Kendaraan Harga Normal (Estimasi PPN 12%), Harga Spesial Januari 2026:
* Changan Lumin harga normal PPN 12% Rp 199 Juta, Harga Spesial Januari 2026 menjadi Rp 183 Juta
* Deepal S07 Rp 649 Juta menjadi harga Rp 609 Juta

“Kami serap dulu selisihnya. Indomobil menanggung selisih 10% tersebut agar konsumen tetap memiliki kesempatan mendapatkan harga terbaik di bulan Januari ini,” tambah Setiawan.
​ 

MENANTI KEPUTUSAN MENKEU TERKAIT STIMULUS OTOMOTIF
​Di sisi lain, nasib insentif pajak mobil listrik nasional kini berada di tangan Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa usulan stimulus telah diajukan sebagai langkah krusial melindungi tenaga kerja di sektor manufaktur.

Menurut Agus, penguatan sektor otomotif bukan sekadar soal penjualan unit, melainkan pilar penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada lampu hijau resmi mengenai perpanjangan insentif PPN DTP (Ditanggung Pemerintah) untuk tahun berjalan.

Langkah proaktif Changan ini diprediksi akan menjadi tren bagi pabrikan lain yang ingin mengamankan angka penjualan di kuartal pertama 2026, tanpa harus menunggu kepastian regulasi yang masih menggantung. [■]

 

 

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16