Kota Bekasi, MSIR.COM — Pemerintah Kota Bekasi mengambil langkah sigap untuk mengatasi darurat sampah yang kian serius. Dengan populasi padat lebih dari 2,5 juta jiwa, kota ini menghasilkan sekitar 1.800 ton sampah per hari. Sistem pengelolaan konvensional yang mengandalkan TPA Sumur Batu kini telah mencapai titik jenuh, memicu krisis lingkungan yang mendesak.
Dalam upaya proaktif, Pemerintah Kota Bekasi sedang merancang proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan kapasitas 1.000 ton per hari. Proyek ini akan menerapkan teknologi moving grate incinerator yang canggih dan ramah lingkungan. Teknologi ini dilengkapi dengan sistem pengolahan gas buang yang memenuhi standar Uni Eropa dan pengolahan limbah cair sesuai regulasi pemerintah Indonesia, memastikan dampak lingkungan yang minimal.
SKEMA DAN DUKUNGAN PEMERINTAH
Proyek PSEL akan dijalankan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), sebuah model kemitraan yang terbukti efektif untuk proyek infrastruktur berskala besar. Peran Pemerintah Kota Bekasi sangat krusial, mencakup penyediaan regulasi yang mendukung investasi, pengurusan perizinan, penyiapan lahan, pembangunan akses jalan, dan penetapan Tipping Fee. Inisiatif ini selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2018 tentang percepatan pembangunan PSEL dan Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 7 Tahun 2023.
KONSULTASI PUBLIK: TRANSPARANSI DAN PARTISIPASI

Sebagai wujud komitmen terhadap transparansi, Pemerintah Kota Bekasi menggelar konsultasi publik pada Selasa (26/8/2025). Acara ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Bekasi, Drs. Junaedi, dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan masyarakat. Dalam sambutannya, Junaedi menekankan urgensi proyek ini: “Jika tidak segera ditangani, Kota Bekasi diprediksi tidak akan mampu lagi menampung volume sampah dalam beberapa tahun ke depan.”
Narasumber yang hadir dalam forum ini memberikan perspektif komprehensif dari berbagai sektor:
- Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi memaparkan detail teknis dan rencana proyek.
- Direktur Bioenergi Kementerian ESDM menjelaskan dukungan kebijakan dari pemerintah pusat.
- Dr. Ir. Mochammad Chaerul, S.T., M.T., seorang akademisi ITB, berbagi wawasan dari sisi akademis dan pengalaman penerapan proyek serupa.
Tujuan utama dari konsultasi publik ini adalah untuk mengumpulkan masukan dari masyarakat dan para ahli, menyempurnakan kajian awal, dan memastikan bahwa proyek ini siap untuk ditawarkan kepada investor potensial.
MISI LINGKUNGAN BERKELANJUTAN
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi menegaskan bahwa proyek PSEL ini adalah bukti nyata komitmen Pemerintah Kota dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat. Melalui inovasi dan riset, Pemerintah Kota Bekasi bertekad merealisasikan program yang dapat memberikan dampak positif jangka panjang, menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat untuk semua. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply