Misi Kemanusiaan NasDem Peduli di Aceh: Menembus Isolasi, Merawat Harapan di Tengah Lumpur

Para relawan Partai NasDem
Para relawan Partai NasDem

MSIR.COM, Banda AcehLebih dari satu bulan berlalu sejak bencana hidrometeorologi melanda Aceh, namun deru mesin truk bantuan belum juga surut. Di tengah kepungan lumpur dan putusnya akses komunikasi, Rabu, 7/1/2025 komitmen kemanusiaan Partai NasDem melalui koordinasi Irsan Sosiawan Gading terus bergerak menyisir wilayah-wilayah terisolasi di “Tanah Rencong.”

 

KOMITMEN NYATA: 26 TON Bantuan UNTUK 7 KABUPATEN 

​Bencana banjir dan tanah longsor yang menghantam Aceh sejak akhir tahun 2025 telah melumpuhkan infrastruktur vital. Menanggapi krisis ini, Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem, Irsan Sosiawan Gading, mengambil langkah konkret dengan mendistribusikan total 26 ton bantuan logistik hingga tahap ketiga.

 

BANTUAN INI MENJANGKAU TUJUH WILAYAH TERDAMPAK PARAH, MELIPUTI :

​* Pidie Jaya & Bener Meriah

​* Aceh Tengah & Gayo Lues

​* Aceh Timur & Aceh Utara

​* Aceh Tamiang & Nagan Raya

​”Empati dan keberlanjutan adalah kunci. Masyarakat tidak hanya butuh bantuan saat air tinggi, tapi pendampingan hingga benar-benar pulih,” tegas Irsan Sosiawan, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW Partai NasDem Aceh.

 

PERJUANGAN RELAWAN: MELINTASI 2.000 KM DEMI DESA TERPENCIL 

​Salah satu titik paling kritis berada di Desa Babo, Aceh Tamiang. Di sini, tim relawan harus berhadapan dengan realita pahit: listrik padam, sinyal nihil, dan akses air bersih yang sulit.

​Perjalanan logistik ini bukanlah perkara mudah. Tim menempuh jarak lebih dari 2.000 kilometer melintasi jalur darat Sumatra yang ekstrem. Meskipun harus menghadapi kendala teknis seperti ban pecah dan pergantian armada, distribusi tetap diprioritaskan untuk menjangkau dapur umum mahasiswa di Banda Aceh serta warga di dataran tinggi Gayo.

 

FOKUS PADA PEMULIHAN PASCA-BENCANA 

​Kini, fokus bantuan mulai bergeser dari sekadar logistik darurat menuju fase pemulihan. Partai NasDem berkomitmen untuk terus mengawal perbaikan rumah warga, sanitasi, dan akses air bersih.

​Di saat sorotan kamera mulai meredup, relawan justru bersiap untuk langkah yang lebih berat: memanggul bantuan dengan berjalan kaki menuju desa-desa yang belum bisa dilalui kendaraan bermotor. Inilah wujud nyata politik kemanusiaan hadir di tengah sunyi, bekerja saat tak lagi menjadi pusat perhatian. (Muhammad – Kontributor Aceh) [■]

 

 

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16

error: Content is protected !!