MSIR.COM, Jakarta —Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) memberikan apresiasi tinggi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), terutama Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror, atas keberhasilan mereka membongkar jaringan rekrutmen anak-anak oleh kelompok terorisme melalui platform digital.
Ketua KPAI, Margaret Aliyatul Maimunah, menekankan bahwa aksi cepat Polri, BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dan berbagai pemangku kepentingan lainnya telah berhasil menyelamatkan masa depan lebih dari 110 anak yang tersebar di 26 provinsi di Indonesia. Anak-anak tersebut direkrut melalui media sosial, game online, dan aplikasi komunikasi tertutup.
Margaret menegaskan bahwa temuan ini adalah bukti nyata hadirnya negara dalam melindungi generasi muda dari ancaman ideologi kekerasan.
”Kami memastikan bahwa setiap anak yang terlibat tidak diperlakukan sebagai pelaku, tetapi sebagai korban yang harus dilindungi hak-haknya. Pendampingan psikologis dan hukum menjadi bagian yang tidak terpisahkan,” ujar Margaret, menyoroti penanganan anak berdasarkan UU Perlindungan Anak dan UU Sistem Peradilan Pidana Anak (UU 11/2012), dengan mengedepankan prinsip kepentingan terbaik bagi anak (diversi, keadilan restoratif, dan pendampingan wajib).
KPAI juga menyoroti pentingnya penguatan support system. Margaret meminta keluarga untuk menjadi benteng pertama, sementara sekolah dan lingkungan perlu meningkatkan pengawasan dan memperkuat literasi digital anak-anak agar tidak mudah terjerumus dalam propaganda ekstremisme online. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply