MSIR.COM, Kota Bekasi — Masalah infrastruktur, banjir, dan kemacetan masih menjadi keluhan utama warga di wilayah Bekasi Utara. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, S.Pd., M.M., menegaskan komitmennya untuk mengawal langsung aspirasi warga dalam kegiatan Reses I Tahun 2026.
Bertempat di Sekretariat RW.018, Kelurahan Perwira, Selasa 17/2/2026 politisi dari Fraksi PKS ini berdialog terbuka dengan para pengurus RW dan tokoh masyarakat. Dalam pertemuan tersebut, Sardi menyoroti sejumlah isu krusial yang memerlukan penanganan cepat dari Pemerintah Kota Bekasi.
INFRASTRUKTUR TERINTEGRASI: KUNCI ATASI BANJIR HARAPAN JAYA
Salah satu poin utama yang dibahas adalah integrasi saluran air di wilayah Harapan Jaya dan sekitarnya, terutama area yang berbatasan dengan Summarecon.
”Harapan Jaya masih memiliki banyak titik jalan dan saluran yang belum diperbaiki. Harus ada connecting atau integrasi penanganan banjir secara tuntas. Kita ingin seluruh saluran air di Bekasi Utara dalam kondisi prima agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujar Sardi Efendi disaat wawancara langsung dengan awak media.
SENTIL DINAS BMSDA: JANGAN DIAM, SEGERA TAMBAL JALAN BERLUBANG!
Pasca musim hujan, kondisi jalan rusak menjadi sorotan tajam. Sardi mendesak Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) untuk tidak pasif dan segera melakukan monitoring lapangan.
* Aksi Cepat: Menggerakkan UPTD untuk menambal lubang di jalan-jalan utama.
* Keselamatan: Memastikan tidak ada lagi warga yang terjatuh akibat jalan rusak.
* Prioritas: Wali Kota diminta memprioritaskan perbaikan akses utama di seluruh Kota Bekasi.

”Dinas BMSDA jangan hanya diam saja. Segera monitoring dan gerakkan UPTD untuk penambalan darurat agar tidak ada korban jatuh akibat lubang jalan,” tegasnya.
SOLUSI KEMACETAN DAN MASALAH PERIZINAN FASOS-FASUM
Terkait kemacetan di akses lingkar luar, Sardi mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi untuk membentuk Unit Reaksi Cepat. Menurutnya, ketertiban lalu lintas dan penambahan lebar jalan adalah solusi jangka panjang yang harus segera dikaji.
Selain itu, Sardi memberikan pencerahan terkait izin pendirian masjid di lahan Fasilitas Sosial (Fasos) dan Fasilitas Umum (Fasum). Ia menjelaskan bahwa izin dari Wali Kota sangat krusial agar pembangunan rumah ibadah tersebut tidak terkena retribusi pemanfaatan lahan dan benar-benar legal untuk kepentingan umat.
SAMPAH DAN PENGADAAN ARMADA DUMP TRUK
Selain infrastruktur fisik, isu lingkungan juga menjadi perhatian. Sardi mencatat adanya kebutuhan mendesak untuk penambahan armada dump truck sampah.
“Intinya ada dua fokus besar selain infrastruktur: banjir dan sampah. Sampah butuh tambahan unit angkut agar pembersihan di lingkungan warga bisa lebih maksimal,” tambahnya.
KOMITMEN KAWAL POKIR DPRD
Menutup rangkaian reses, Dr. Sardi Efendi memastikan seluruh usulan, baik lisan maupun proposal tertulis, akan diperjuangkan dalam Pokok-Pokok Pikiran (Pokir) DPRD untuk tahun anggaran mendatang.

“Aspirasi ini adalah amanah. Kami akan kawal agar kebutuhan dasar warga, mulai dari penanganan banjir hingga sarana kebersihan, dapat segera terealisasi demi kenyamanan masyarakat Bekasi Utara,” pungkasnya. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()










Leave a Reply