MSIR.COM, Kabupaten Bekasi — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok mengalami lonjakan.
Berdasarkan keterangan para pedagang kenaikan ini sudah berlangsung dalam beberapa minggu terakhir dan diperkirakan masih akan terus berlanjut hingga akhir Desember.
Ali, salah satu pedagang cabai dan bawang di Pasar Tradisional Cibarusah, mengatakan jumlah pasokan dari distributor mulai berkurang, sementara permintaan dari konsumen meningkat, terutama untuk kebutuhan konsumsi menjelang libur panjang. Kondisi tersebut mendorong kenaikan harga yang cukup drastis pada komoditas tertentu.

Ali merinci harga terbaru sejumlah komoditas, antara lain cabai setan Rp100.000/kg, cabai merah Rp70.000/kg, cabai jengki Rp55.000/kg, cabai rawit berkisar Rp60.000-70.000/kg, wortel Rp20.000/kg, bawang merah Rp50.000/kg, dan bawang putih Rp35.000/kg.
Ia menilai kenaikan ini juga dipicu oleh faktor eksternal seperti cuaca ekstrem dan bencana alam di sejumlah wilayah penghasil kebutuhan pokok.
“Kondisi barang melonjak naik saat ini 40℅, apalagi mendekati Natal dan Tahun Baru mungkin bisa lebih dari 50℅. Kayaknya terus melonjak karena pasokan berkurang,” kata Ali, kepada awak media MSIR.COM Selasa (9/12/2025).

Meski harga naik, Ali mengaku tidak terlalu merasakan penurunan minat pembeli. Menurutnya, kebutuhan dapur tetap menjadi prioritas masyarakat meskipun harga mengalami kenaikan.
Bahkan, ia menyebutkan kondisi harga tinggi terkadang justru berdampak positif terhadap pendapatan karena barang tidak ada di penjual lainnya dan pembeli membeli dalam jumlah lebih besar untuk stok.
Selain komoditas cabai dan bawang, harga telur dan kacang tanah juga mengalami kenaikan signifikan. Acong, pedagang telur di pasar yang sama, mengatakan harga telur ayam ras telah bertahan tinggi selama sekitar hampir satu bulan terakhir dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Menurutnya, harga telur ayam ras kini berada di angka Rp31.000/kg. Sementara kacang tanah dari harga Rp27.000/kg saat ini mencapai Rp40.000/kg. Kenaikan ini disebut dipicu oleh meningkatnya permintaan dan biaya produksi menjelang akhir tahun.

“Lagi naik banget dan masih bertahan sebulanan ini. Sebelumnya normal di angka Rp27 sampai Rp31 ribu sekarang. Yang lebih kerasa banget naiknya kacang tanah.” kata Acong. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply