Waspada Bahaya UPF! PERSAGI Ingatkan Risiko Sindrom Metabolik pada Anak Akibat Konsumsi Gula Garam Lemak Berlebih

Infografis bahaya gula garam lemak bagi kesehatan
Infografis bahaya gula garam lemak bagi kesehatan

MSIR.COM, Kota BekasiPersatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) memberikan peringatan keras terkait tren konsumsi Ultra-Processed Food (UPF) yang kian mengkhawatirkan di kalangan anak-anak dan remaja.

Dalam momentum Hari Gizi Nasional, para ahli menekankan bahwa ketergantungan pada makanan kemasan dan minuman berpemanis merupakan “bom waktu” bagi kesehatan generasi mendatang.

​Mengutip pernyataan, Ni Ketut Aryas Tami, Edukator Gizi PERSAGI, menjelaskan bahwa makanan ultra-proses umumnya mengandung kadar Gula, Garam, dan Lemak (GGL) yang melampaui batas aman.

Ni Ketut Aryastami - Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI)
Ni Ketut Aryastami – Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI)

“Minuman berpemanis, misalnya, hanya menawarkan kalori kosong tanpa nutrisi esensial. Kandungan ini sangat cepat diserap tubuh dan berubah menjadi cadangan lemak,” ujarnya pada Selasa 21/1/2026.

 

ANCAMAN NYATA SINDROM METABOLIK 

​Konsumsi GGL yang tidak terkontrol menjadi pemicu utama Sindrom Metabolik. Kondisi ini merupakan kumpulan gangguan kesehatan yang meliputi hipertensi, lonjakan gula darah, dan ketidakseimbangan lemak darah. Jika dibiarkan, risiko penyakit mematikan seperti jantung dan stroke akan meningkat drastis.

Berikut adalah korelasi antara zat GGL dengan risiko penyakit menurut PERSAGI:

* Gula Berlebih: Memicu resistensi insulin dan Diabetes Melitus.

​* Garam Tinggi: Penyebab utama Hipertensi (darah tinggi).

​* Lemak Trans: Meningkatkan risiko penyakit jantung koroner dan kanker.

 

BAHAYA TERSEMBUNYI PROSES SUHU TINGGI 

​Selain bahan tambahan pangan (aditif), PERSAGI juga menyoroti teknik pengolahan makanan UPF yang sering menggunakan suhu tinggi (high heat). Proses ini berisiko mengubah lemak sehat menjadi lemak trans yang berbahaya bagi pembuluh darah dan memicu pertumbuhan sel kanker.

​”Penyakit degeneratif akibat salah pola makan tidak muncul seketika. Efeknya bersifat jangka panjang dan biasanya baru dirasakan saat memasuki usia dewasa,” tambah Ni Ketut.

 

EDUKASI DAN KEBUN GIZI SEKOLAH 

​Sebagai langkah preventif, PERSAGI mendorong penguatan edukasi gizi sejak dini. Salah satu solusi konkret yang ditawarkan adalah program Kebun Gizi di Sekolah.

Melalui program ini, anak-anak diajak untuk mengenal sumber makanan alami dan segar secara langsung, sehingga mereka lebih termotivasi untuk meninggalkan makanan kemasan yang tinggi zat aditif. [■]

 

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16