MSIR.COM, Jakarta — Langkah tegas diambil oleh Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya dalam menata kawasan Pelabuhan Perikanan Muara Angke, Jakarta Utara. Sebanyak 12 kapal perikanan yang sudah lama tidak beroperasi atau mangkrak resmi direlokasi pada Rabu (4/2/2026).
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Penumpukan kapal yang tidak beroperasi di dermaga selama ini dinilai mengganggu alur pelayaran dan membahayakan keselamatan aktivitas melaut para nelayan.
SINERGI LINTAS INSTANSI DEMI KESELAMATAN PELAYARAN
Proses relokasi ini dipimpin langsung oleh personel Subdit Patroli dan Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Metro Jaya. Dalam pelaksanaannya, petugas menggunakan kapal tugboat untuk menarik bangkai kapal keluar dari kolam pelabuhan agar tidak lagi menyumbat area labuh sandar.
Direktur Polairud Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Mustofa, menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini adalah buah dari kolaborasi solid antar-instansi.
“Relokasi kapal mangkrak ini berhasil dilaksanakan berkat kerja sama dan koordinasi seluruh stakeholder. Tujuannya untuk menciptakan pelabuhan yang lebih tertib, aman, dan mendukung kelancaran aktivitas nelayan,” ujar Kombes Mustofa kepada media.
MENGURAI BENANG KUSUT DI DERMAGA MUARA ANGKE
Kawasan Muara Angke merupakan urat nadi perikanan di Jakarta. Namun, kepadatan kapal seringkali menjadi kendala utama. Dengan hilangnya 12 kapal mangkrak tersebut, kini tersedia ruang lebih luas bagi kapal-kapal aktif untuk bersandar.
Pihak Ditpolairud berkomitmen untuk terus mengawasi wilayah perairan ini guna memastikan kondusivitas tetap terjaga. Penataan ini juga melibatkan berbagai pihak penting, di antaranya:
* Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)
* TNI Angkatan Laut
* Syahbandar & KSOP Muara Angke
* Dinas Perhubungan DKI Jakarta
* Dinas Perikanan & Polsek Kawasan Sunda Kelapa
“Kami berkomitmen hadir memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pesisir serta memastikan aktivitas kepelabuhanan berjalan dengan aman dan kondusif,” tambah Kombes Mustofa.
DAMPAK POSITIF BAGI EKONOMI PESISIR
Bagi para nelayan, relokasi ini berarti akses yang lebih cepat dan risiko benturan antar-kapal yang lebih rendah saat cuaca buruk. Secara jangka panjang, penataan ini diharapkan mampu meningkatkan efisiensi bongkar muat hasil laut yang berdampak langsung pada ekonomi warga Jakarta. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()










Leave a Reply