MSIR.COM, Kota Bekasi —Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh menyiapkan aksi massa besar, termasuk potensi mogok nasional 5 juta buruh, sebagai respons keras terhadap rencana pemerintah mengumumkan kenaikan Upah Minimum 2026. Ketegangan memuncak menjelang 8 Desember 2025, tanggal yang direncanakan Menteri Ketenagakerjaan Yassierli untuk meresmikan besaran upah menggunakan formula yang termuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Pengupahan.
Presiden KSPI, Said Iqbal, menegaskan penolakan mutlak serikat buruh terhadap RPP tersebut. Menurutnya, formula baru itu tidak dapat diterapkan karena belum adanya kesepakatan dengan perwakilan buruh.
”Terhadap rencana Menaker yang akan mengumumkan kenaikan upah… menggunakan Rancangan Peraturan Pemerintah atau RPP Pengupahan pada tanggal 8 Desember 2025 ini, maka KSPI bersama Partai Buruh akan mengambil sikap,” ujar Iqbal dalam konferensi pers (3/12/2025).
ANCAMAN AKSI BESAR-BESARAN
Iqbal mengancam jika pemerintah memaksakan RPP Pengupahan, aksi yang disiapkan adalah demo besar-besaran mulai 7 Desember dan seterusnya, sehari sebelum pengumuman resmi.
”Bila perlu mogok nasional—lima juta buruh setop produksi,” tegasnya.
KSPI, bersama Partai Buruh dan Koalisi Serikat Pekerja yang menaungi 72 organisasi, mendesak pemerintah untuk kembali menggunakan mekanisme Peraturan Menteri Ketenagakerjaan seperti tahun sebelumnya. Namun, PMK tersebut harus memuat nilai indeks tertentu atau nilai Alfa yang telah disepakati bersama serikat buruh.
Penolakan ini menyoroti kembali friksi lama antara pemerintah dan pekerja mengenai penentuan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), di mana buruh kerap menilai kenaikan yang dihitung pemerintah tidak mencukupi untuk daya beli. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply