Kota Bekasi , MSIR.COM —Dewan Perlawanan Rakyat-Bekasi (DPR-B) menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung DPRD Kota Bekasi pada Senin (01/09/2025). Meskipun jadwal aksi direncanakan pukul 13.00 WIB, massa sudah mulai berkumpul sejak pukul 11.40 WIB, menunjukkan antusiasme tinggi untuk menyuarakan aspirasi mereka.

Dalam aksi yang diklaim sebagai ‘aksi damai’ ini, DPR-B menyampaikan delapan tuntutan yang mencakup isu-isu lokal hingga nasional. Para demonstran menegaskan bahwa aksi mereka adalah bentuk perlawanan terhadap situasi yang dianggap ‘tidak baik-baik saja’ di Kota Bekasi maupun di tingkat nasional, di mana hak-hak rakyat dirampas demi kepentingan oligarki.
TUNTUTAN DEMONSTRAN

Tuntutan utama yang disuarakan oleh DPR-B berakar pada dugaan pelanggaran konstitusi dan ketidakadilan yang mereka rasakan. Berikut adalah poin-poin utama dari orasi dan pamflet yang beredar:
- Stop Kriminalisasi Aktivis dan Jurnalis: Aksi ini mengecam penangkapan dan penahanan aktivis, buruh, mahasiswa, dan jurnalis yang dianggap menyuarakan kebenaran. Mereka menilai tindakan ini sebagai pelanggaran terhadap UUD 1945 Pasal 28E ayat (3) yang menjamin kebebasan berpendapat. Massa menuntut pencopotan Kapolri dan Kapolres Kota Bekasi sebagai bentuk pertanggungjawaban.
- Perangi Korupsi dan Oligarki: Demonstran menyoroti kasus korupsi yang merajalela di Bekasi, yang mereka anggap mengkhianati UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Tuntutan ini diperkuat dengan desakan agar RUU Perampasan Aset Koruptor segera disahkan dan kasus korupsi di Bekasi diusut tuntas.
- Hentikan Penggusuran Tanah Rakyat: DPR-B menuntut penghentian penggusuran di 41 titik Kota Bekasi yang dilakukan demi kepentingan investor. Mereka berpegang pada UUD 1945 Pasal 33 yang menyebutkan bahwa kekayaan alam seharusnya digunakan untuk kemakmuran rakyat, bukan untuk penggusuran.
- Wujudkan Kesejahteraan Rakyat: Isu pendidikan dan kesehatan yang mahal menjadi sorotan. Sesuai dengan UUD 1945 Pasal 31 dan 34, mereka menuntut agar pendidikan dan kesehatan gratis dapat diwujudkan, serta penghapusan pajak yang menindas rakyat.
- Tuntutan Lainnya: Selain poin-poin di atas, massa juga menuntut evaluasi kinerja Kabinet Merah Putih dan perwujudan lingkungan yang ramah dan aman bagi perempuan dan anak di Bekasi.

Terlihat aparat pengamanan dari TNI-POLRI, Satpol PP beserta pengamanan masyarakat terus menjaga Aksi ini senantiasa berlangsung damai sampai akhir, sesuai dengan janji koordinator aksi, dan masih terus berlangsung hingga berita ini ditayangkan. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply