Atasi Defisit Tenaga Pendidik, Walikota Bekasi Siapkan 3 Strategi Krusial: Dari Magang Mahasiswa hingga Kajian Guru Paruh Waktu

Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi
Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi

Komitmen Tri Adhianto di Hari Guru Nasional: Fokus pada Kualitas, Kesejahteraan, dan Keberlanjutan Anggaran

 

MSIR.COM, Kota BekasiPada momentum peringatan Hari Guru Nasional, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan kembali komitmennya dalam memastikan mutu pendidikan melalui penanganan serius terhadap isu kekurangan tenaga pendidik. Walikota Bekasi, Tri Adhianto, menguraikan sejumlah langkah strategis yang didesain untuk menyelesaikan defisit guru secara terukur dan berkelanjutan.

Gambar Dok. Humas Pemkot Bekasi
Gambar Dok. Humas Pemkot Bekasi

 

​1. SINERGI AKADEMIK: PROGRAM MAGANG MAHASISWA SEBAGAI SOLUSI CEPAT 

​Menyadari kebutuhan mendesak di lapangan, Pemkot Bekasi memperkuat kolaborasi dengan berbagai universitas yang memiliki program studi kependidikan. Program ini memungkinkan mahasiswa jurusan pendidikan untuk menjalankan praktik kerja (magang) di sekolah-sekolah di Bekasi.

​”Mereka yang sedang menempuh studi pendidikan memiliki peluang emas untuk berkontribusi langsung dalam proses belajar mengajar. Program magang ini menjadi jembatan bantuan sementara yang sangat efektif dalam mengisi kekosongan guru,” jelas Walikota Tri Adhianto.

 

2. PENINGKATAN KESEJAHTERAAN DAN KAJIAN PENAMBAHAN GURU PARUH WAKTU 

​Selain mengupayakan kecukupan kuantitas, Pemkot Bekasi juga memprioritaskan peningkatan kesejahteraan guru. Hal ini dianggap krusial agar tenaga pendidik dapat fokus sepenuhnya pada tugas mengajar tanpa dihambat oleh masalah finansial.

​Terkait dengan pengisian formasi, Walikota Tri Adhianto mengungkapkan bahwa Pemkot sedang melakukan kajian mendalam mengenai peluang penambahan guru paruh waktu yang akan direalisasikan tahun depan.

​”Kami sedang menghitung dengan sangat cermat. Keputusan untuk menambah guru baru akan disinkronkan sepenuhnya dengan kemampuan anggaran daerah agar skema ini tidak hanya efektif, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang,” tegasnya.

 

3. PENATAAN INTERNAL DAN DISTRIBUSI P3K YANG TEPAT SASARAN 

​Langkah ketiga yang menjadi fokus adalah perbaikan manajemen internal. Walikota Tri Adhianto menekankan pentingnya penataan ulang distribusi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Sistem tenaga paruh waktu yang sudah ada juga akan dievaluasi dan diperbaiki agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

​Dengan kombinasi langkah-langkah strategis ini – mulai dari penguatan kerja sama akademis, penataan kesejahteraan, hingga manajemen anggaran yang cermat – Pemkot Bekasi optimis bahwa pemenuhan kebutuhan guru akan terus berjalan secara bertahap dan menjamin kualitas pendidikan di Kota Bekasi. [■]

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16

error: Content is protected !!