Kota Bekasi, MSIR.COM —Macan Putih menunjukkan mental juara. Persik Kediri berhasil mencuri tiga poin penting dari PSBS Biak setelah menang tipis 2-1 dalam laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Jumat (29/8/2025) Kick-off pukul 15.30 WIB. Pertandingan berlangsung ketat dan diwarnai drama tiga gol di babak kedua.
BABAK PERTAMA
Sejak peluit babak pertama ditiup, skuad Macan Putih (julukan Persik) yang diasuh oleh Divaldo Alves langsung tancap gas. Mereka mencoba mendikte permainan, dengan Ezra Walian dan rekan-rekannya beberapa kali mengancam pertahanan lawan. Sayangnya, ketatnya penjagaan yang diterapkan oleh Badai Pasifik (julukan PSBS Biak) membuat serangan-serangan Persik menemui jalan buntu.
Skuad Macan Putih memang terlihat lebih unggul dalam penguasaan bola, tetapi pertahanan PSBS Biak yang dikomandoi oleh sang kiper, Dimas Galih Pratama, tampil solid. Setidaknya, enam peluang emas dari tendangan sudut yang dimiliki oleh Persik tidak berhasil dikonversi menjadi gol. Setiap tendangan, baik dari dalam maupun luar kotak penalti, mampu dimentahkan oleh barisan belakang PSBS Biak.
Di sisi lain, PSBS Biak yang dilatih oleh Ong Kim Swee tidak tinggal diam. Mereka juga menunjukkan perlawanan yang setara dan bermain dengan intensitas yang tak kalah tinggi. Meski didominasi, Badai Pasifik juga menciptakan sejumlah peluang. Anak asuh Ong Kim Swee tercatat mendapatkan lima kesempatan tendangan sudut, namun seperti halnya Persik, mereka gagal memanfaatkannya untuk memecah kebuntuan.
Hingga babak pertama usai, baik Persik maupun PSBS sama-sama gagal mencatatkan nama mereka di papan skor. Meskipun hujan peluang tercipta di kedua sisi, kokohnya pertahanan serta performa apik dari masing-masing kiper membuat skor 0-0 tak terhindarkan.
BABAK KEDUA
Setelah paruh pertama yang berakhir tanpa gol, intensitas pertandingan langsung melonjak. Situasi mulai berbalik pada menit ke-62 ketika gelandang PSBS, Ruyery Alfonso Blanco, diganjar kartu kuning setelah melakukan pelanggaran keras. Hanya beberapa menit berselang, momentum tersebut dimanfaatkan oleh Persik.
Tepatnya pada menit ke-67, Syahrian Abimanyu memecah kebuntuan. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti meluncur deras ke gawang PSBS tanpa bisa dihentikan kiper. Namun, kegembiraan Persik tidak bertahan lama. Dua menit kemudian, Althaf Oktaviansyah berhasil menyamakan kedudukan untuk PSBS, memanfaatkan kemelut di depan gawang Persik.
Tensi pertandingan semakin memanas dengan hujan kartu kuning untuk kedua tim. Novri Setiawan (Persik) dan Nurhidayat Haji Haris (PSBS) sama-sama menerima peringatan dari wasit. Puncak drama terjadi pada menit ke-87, ketika striker andalan Persik, Jeferson Enrique, dengan dingin menuntaskan skema serangan balik cepat untuk membawa timnya kembali unggul 2-1. Di menit-menit akhir, Krisna Bay Otto (Persik) juga mendapat kartu kuning, namun skor 2-1 tetap bertahan hingga peluit panjang.
ANALISIS PERTANDINGAN
Hasil ini menjadi pil pahit bagi Badai Pasifik, julukan PSBS Biak. Meskipun tampil berani dan sempat menyamakan kedudukan, kelengahan di lini belakang pada momen krusial harus dibayar mahal. Kekalahan ini memperpanjang rekor tanpa kemenangan mereka di awal musim dan menempatkan mereka dalam posisi sulit.
Sebaliknya, Persik Kediri menunjukkan karakter tim papan atas. Mereka bermain sabar, efektif, dan mampu memanfaatkan peluang sekecil apa pun. Peran Syahrian Abimanyu sebagai motor serangan dan ketajaman Jeferson Enrique di depan gawang menjadi kunci kemenangan ini. Tiga poin ini tidak hanya menambah kepercayaan diri Persik untuk bersaing di papan atas BRI Super League, tetapi juga membuktikan kualitas mereka sebagai tim yang patut diwaspadai. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16










Leave a Reply