MSIR.COM, Kota Bekasi — Banyak orang mengira bahwa besarnya pahala puasa hanya ditentukan oleh seberapa lama mereka menahan lapar dan dahaga. Namun, tahukah Anda ada satu rahasia yang membuat kualitas puasa seseorang jauh melampaui orang lain?
Dalam sebuah riwayat Imam Ahmad dari Mu’adz bin Anas, terungkap sebuah fakta luar biasa mengenai siapa sebenarnya sosok yang paling beruntung dalam setiap amal ibadahnya di mata Rasulullah ﷺ.
DZIKIR: PENENTU BESARNYA PAHALA IBADAH
Dalam dialog yang penuh makna, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah ﷺ mengenai siapa sosok yang paling besar pahalanya, mulai dari mujahid hingga orang yang bersedekah. Jawaban Rasulullah ﷺ selalu konsisten:
“Yang paling banyak mengingat Allah (berdzikir) di dalamnya.”
Artinya, standar tinggi rendahnya nilai sebuah ibadah di sisi Allah bukan hanya pada fisik amalannya, melainkan pada seberapa hidup hati pelakunya dalam mengingat Sang Pencipta saat menjalankan amal tersebut.
MENGAPA AHLI DZIKIR MEMENANGKAN SEGALANYA?
Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq r.a. pun menyadari hal ini dengan berkata kepada Umar bin Khattab r.a., “Orang yang banyak berdzikir telah membawa pergi segala kebaikan.” Ucapan ini pun langsung dibenarkan oleh Rasulullah ﷺ.
Hal ini diperkuat oleh penjelasan Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah dalam kitabnya Al-Wabil Ash-Shoyyib. Beliau menegaskan bahwa:
* Ahli Puasa terbaik adalah yang paling banyak berdzikir saat berpuasa.
* Ahli Sedekah terbaik adalah yang paling sering mengingat Allah saat memberi.
* Ahli Haji terbaik adalah yang lisannya tak berhenti mengagungkan Allah selama manasik.
TIPS OPTIMASI PUASA AGAR PAHALA MAKSIMAL
Bagi Anda yang ingin meraih derajat tertinggi dalam berpuasa, berikut adalah beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan:
1. Basahi Lisan dengan Kalimat Thoyyibah: Jangan biarkan waktu luang saat berpuasa habis hanya untuk menggulir media sosial (scrolling).
2. Hadirkan Hati dalam Setiap Gerakan: Saat lemas karena lapar, ingatlah bahwa ini adalah perintah Allah. Kesadaran itulah bagian dari dzikir.
3. Kombinasikan Amal dengan Asmaul Husna: Sebut nama Allah dalam doa-doa di sela waktu puasa.
Ternyata, kunci utama “memenangkan” pahala besar bukanlah pada beratnya beban fisik, melainkan pada kedekatan hati melalui dzikir. Jangan biarkan puasa Anda hanya menghasilkan lapar dan haus, hiasi setiap detiknya dengan mengingat-Nya.
1 Ramadhan 1447 H / 19 Februari 2026
Penulis: Tim Redaksi Media Seputar Indonesia Raya
Sumber: Dikutip dari penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, merujuk pada Kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()










Leave a Reply