Muslim Ayub Desak Percepatan Huntara di Pidie Jaya: “Jangan Biarkan Warga Berpuasa di Tenda”

MSIR.COM, Pidie JayaAnggota DPR RI Fraksi NasDem, Muslim Ayub, melakukan aksi nyata dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Sabtu (3/1/2026). Selain menyerahkan logistik, legislator asal Dapil Aceh I ini memberikan peringatan keras kepada pemerintah terkait lambatnya penanganan hunian sementara (Huntara) menjelang bulan suci Ramadan.

 

AKSI KEMANUSIAAN “NASDEM PEDULI” 

​Melalui program “NasDem Peduli”, Muslim Ayub menyerahkan bantuan pokok berupa beras, minyak goreng, gula, air mineral, serta pakaian dan kitab suci Al-Qur’an. Bantuan ini disasar langsung ke titik pengungsian di Kecamatan Meurah Dua dan Meureudu untuk meringankan beban ekonomi warga yang lumpuh akibat bencana.

​”Ini bukan sekadar kunjungan simbolis. Saya berkeliling Aceh hampir sebulan penuh untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat dan melihat langsung realita di lapangan,” ujar Muslim di sela-sela kunjungannya.

 

PRIORITAS HUNTARA SEBELUM RAMADHAN 

​Sorotan utama Muslim Ayub tertuju pada kondisi tenda pengungsian yang dinilai tidak layak untuk dihuni dalam jangka panjang. Mengingat bulan Ramadan sudah di depan mata, ia mendesak pemerintah untuk mempercepat pembangunan Huntara.

​Menurutnya, membiarkan pengungsi menjalankan ibadah puasa di dalam tenda darurat adalah bentuk pengabaian tanggung jawab moral dan kenegaraan. “Berdosa kita sebagai umat Islam dan warga negara jika membiarkan mereka berpuasa dalam kondisi seperti ini. Huntara harus jadi prioritas utama agar warga bisa beribadah dengan martabat,” tegasnya.

DESAKAN ANGGARAN PUSAT UNTUK PEMULIHAN ACEH 

​Muslim Ayub menganalisis bahwa kapasitas APBD tidak akan mampu menanggung beban rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana banjir bandang yang meluas di Aceh. Ia memperkirakan proses pemulihan total bisa memakan waktu hingga dua tahun.

​Ia mendesak Pemerintah Pusat untuk segera mengucurkan anggaran khusus bencana dan tidak hanya bergantung pada bantuan donatur asing. “Negara harus hadir secara penuh. Kita tidak bisa hanya menunggu belas kasihan luar negeri untuk memulihkan Aceh,” pungkasnya. (Muhammad – Kontributor Aceh). [■]

 

 

 

 

 

 

 

Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16

error: Content is protected !!