MSIR.COM, Kota Bandung —Kawasan Gedung Sate kembali memutih. Ribuan buruh dari berbagai aliansi serikat pekerja se-Jawa Barat memadati pusat pemerintahan provinsi di Bandung pada Rabu 24/12/2025.
Aksi massa ini dipicu oleh penolakan keras terhadap skema penetapan faktor pengali kenaikan upah tahun 2026 yang dinilai mencekik kesejahteraan pekerja.
Dalam orasinya, para buruh menyoroti adanya dugaan praktik “main mata” atau negosiasi di belakang meja oleh oknum tidak bertanggung jawab dalam proses penentuan kebijakan upah. Mereka menegaskan bahwa transparansi adalah harga mati agar keadilan bagi kaum pekerja tidak dikhianati.

AKSI DAMAI DARI BEKASI HINGGA CIREBON
Massa yang datang berasal dari berbagai poros industri utama, mulai dari Bekasi di utara hingga Cirebon di wilayah timur Jawa Barat.
Meski tensi sempat meninggi, koordinasi lapangan tetap solid. Orator dari atas mobil komando terus menyerukan agar perjuangan dilakukan secara bermartabat tanpa anarkisme.
HARAPAN PADA KEPEMIMPINAN KDM
Menariknya, dalam aksi ini buruh secara spesifik menitipkan harapan besar kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). Mereka berharap kepemimpinan KDM mampu memutus rantai kebijakan yang merugikan buruh dan membuka ruang dialog yang lebih inklusif.
”Kami butuh kebijakan yang berpihak, bukan yang diputuskan sepihak. Kami akan terus mengawal ini hingga keputusan upah 2026 benar-benar adil,” tegas salah satu perwakilan buruh di depan gerbang Gedung Sate. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()










Leave a Reply