MSIR.COM, Kota Bekasi — Bulan Ramadhan bukan sekadar ritual menahan lapar dan haus. Bagi setiap Muslim, bulan suci ini adalah momentum “pemutihan” dosa besar-besaran. Begitu banyaknya pintu ampunan yang dibuka, hingga para ulama menyebut seseorang sangat merugi jika keluar dari Ramadhan tanpa membawa ampunan Allah SWT.
Mengutip penjelasan dari laman Muslim.or.id, berikut adalah deretan amalan utama yang menjadi wasilah (perantara) pelebur dosa di bulan Ramadhan:
1. PUASA RAMADHAN: FONDASI PENGAMPUNAN
Amalan utama tentu saja adalah puasa itu sendiri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
”Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya di masa lalu akan diampuni.”
Kuncinya terletak pada dua hal: Iman (meyakini kewajiban) dan Ihtisaban (tulus mengharap pahala, bukan karena tradisi atau paksaan).
2. SHALAT TARAWIH (QIYAM RAMADHAN)
Bagi Anda yang lelah bekerja namun tetap tegak berdiri melaksanakan tarawih, ada kabar gembira. Shalat malam di bulan Ramadhan merupakan penggugur dosa masa lalu. Sebagaimana puasa, syaratnya tetap sama: harus didasari keimanan dan ketulusan.
3. BERBURU MALAM LAILATUL QADAR
Lailatul Qadar adalah “puncak” dari segala ampunan. Melakukan shalat dan ibadah di malam ini setara dengan beribadah lebih dari seribu bulan. Jika seseorang mendapatkan malam ini dalam keadaan beribadah, seluruh lembaran hitam masa lalunya akan dihapuskan.
4. ZAKAT FITRAH: PENYEMPURNAAN IBADAH
Di penghujung Ramadhan, kita diwajibkan menunaikan zakat fitrah. Secara esensi, zakat ini berfungsi seperti Sujud Sahwi dalam shalat.
* Membersihkan Diri: Menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata kotor (rafath) dan perbuatan sia-sia (lagwu).
* Kepedulian Sosial: Menjadi sumber makanan bagi fakir miskin di hari kemenangan.
5. MENGATASI “Fitnah” HARTA DAN KELUARGA
Terkadang, kesibukan mencari harta dan urusan keluarga membuat kita lalai (fitnah). Ramadhan melalui paket ibadahnya—shalat, puasa, sedekah, serta amar ma’ruf nahi mungkar—hadir sebagai penetralisir dosa-dosa harian tersebut.
MENGAPA HARUS MAKSIMAL DI RAMADHAN ?
Ibnu Rajab Al Hambali pernah memperingatkan dengan sangat menyentuh:
“Tatkala semakin banyak pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapati pengampunan tersebut, sungguh dia telah terhalangi dari kebaikan yang banyak.”
Senada dengan itu, Qotadah menyatakan bahwa jika di bulan penuh rahmat ini saja seseorang tidak diampuni, maka di hari-hari lain akan jauh lebih sulit baginya mendapatkan ampunan.
Ramadhan adalah kesempatan emas yang terbatas. Jangan biarkan hari-hari berlalu hanya dengan tidur atau sekadar berburu takjil. Pastikan setiap detik diisi dengan kualitas ibadah agar kita kembali fitrah di hari Idul Fitri nanti.
2 Ramadhan 1447 H / 20 Februari 2026
Sumber: https://muslim.or.id/22143-kajian-ramadhan-37-banyaknya-pengampunan-dosa-di-bulan-ramadhan.html [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman: 👉PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the 👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel on WhatsApp 👉: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16
![]()










Leave a Reply