Kota Bekasi, MSIR.COM ------Pemerintah Kota Bekasi resmi mengumumkan perubahan jadwal Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika sebelumnya WFH dilaksanakan setiap hari Rabu, kini per 6 April 2026, kebijakan tersebut resmi digeser menjadi setiap hari Jumat.
Langkah strategis ini diambil untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan pemerintah pusat. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa penyesuaian ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan bagian dari sistem tata kelola pemerintahan yang terintegrasi secara nasional.
MENGAPA JADWAL WFH BEKASI BERUBAH KE HARI JUM'AT?
Perubahan ini didasari oleh beberapa faktor krusial yang bertujuan meningkatkan efektivitas kerja birokrasi:
- Penyelarasan Kebijakan Nasional: Menyamakan langkah dengan pemerintah pusat guna efisiensi energi dan pengendalian mobilitas masyarakat di akhir pekan.
- Efisiensi Energi: Pengurangan operasional gedung kantor di hari Jumat diharapkan mampu menekan konsumsi energi secara signifikan.
- Akselerasi Digitalisasi: Menjadikan momentum WFH untuk memperkuat sistem kerja berbasis digital agar pelayanan tidak lagi terhambat oleh batas ruang.
"Pemerintah daerah adalah bagian dari satu sistem. Ketika arah kebijakan nasional ditetapkan, kita wajib menyesuaikan agar implementasinya efektif secara nasional," ujar Tri Adhianto dalam keterangannya 6/4/2026.
LAYANAN PUBLIK TETAP GAS POL !
Satu hal yang menjadi kekhawatiran masyarakat adalah nasib pelayanan publik. Wali Kota menjamin bahwa kualitas layanan tidak akan menurun. Pemkot Bekasi telah menyiapkan skema kehadiran proporsional.
- Sistem Piket: Perangkat daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tetap beroperasi dengan pengaturan staf yang terukur.
- Pengawasan Ketat: Kinerja ASN selama WFH dipantau melalui sistem indikator kerja digital yang jelas.
- Transparansi: Masyarakat tetap bisa mengakses layanan melalui kanal-kanal digital yang telah disediakan Pemkot Bekasi.
DAMPAK NYATA BAGI BUDAYA KERJA ASN
Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang lebih disiplin, akuntabel, dan berorientasi pada hasil (result-oriented). Dengan pengawasan teknologi, ASN dituntut tetap produktif meski tidak berada di kantor.
"WFH harus kita jadikan dorongan untuk memperkuat sistem kerja digital. Pelayanan ke depan harus lebih cepat dan transparan," tambah Wali Kota. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16






