Sulawesi Tenggara, MSIR.COM ------ Kabar baik datang dari pelosok Sulawesi Tenggara. Harapan masyarakat akan akses transportasi yang lebih layak kini menjadi kenyataan. Di tengah kunjungan kerjanya ke Polda Sultra, Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo baru saja meresmikan 17 jembatan perintis yang tersebar di berbagai titik strategis.
Dua di antaranya, yang diberi nama Jembatan "Dhira Brata", kini berdiri kokoh di Desa Sabilambo (Kolaka) dan Desa Silui (Kolaka Timur). Bukan sekadar proyek infrastruktur, pembangunan ini merupakan langkah konkret Polri dalam menerjemahkan instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat konektivitas di wilayah yang sulit terjangkau.
Ingin PUBLIKASI BERITA atau PASANG IKLAN di sini?
"Bisnis Anda Ingin Dilihat Ribuan Pembaca?
Promosikan produk atau jasa Anda di sini. Hubungi tim redaksi Media Seputar Indonesia Raya untuk penawaran menarik."
HUBUNGI: 0812-8175-4849 "REDAKSI" SEKARANG!GOTONG ROYONG: NAPAS DI BALIK PEMBANGUNAN DHIRA BRATA
Ada yang unik dari pembangunan jembatan ini. Alih-alih hanya mengandalkan kontraktor besar, Polri memilih jalan kolaborasi. Semangat gotong royong antara personel kepolisian dan warga setempat menjadi kunci utama.
"Pembangunan ini adalah wujud nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat. Kita ingin memastikan bahwa akses masyarakat tidak lagi terhambat," ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo dengan tegas.
Tentu saja, faktor keamanan tidak dikesampingkan. Meski dibangun bersama warga, konsultasi konstruksi profesional tetap dilakukan guna menjamin jembatan ini tangguh menghadapi cuaca dan beban waktu.
Bagi warga Kolaka dan Kolaka Timur, kehadiran dua jembatan utama ini adalah "napas baru" bagi ekonomi lokal. Berikut adalah detailnya:
1. Jembatan Dhira Brata 1 (Kolaka)
- Lokasi: Desa Sabilambo.
- Model: Jembatan gantung asimetris yang modern.
- Dimensi: Panjang 30 meter, lebar 1,2 meter.
- Fungsi: Khusus pejalan kaki, sepeda, dan sepeda motor dengan kapasitas hingga 1,5 ton.
2. Jembatan Dhira Brata 2 (Kolaka Timur)
- Lokasi: Desa Silui, Kec. Ueesi.
- Dimensi: Panjang 30 meter, lebar 3 meter (lebih luas untuk mobilitas warga).
- Dampak: Menghubungkan Desa Silui dengan Desa Konawendepiha serta 8 desa lainnya. Total manfaat dirasakan oleh ±1.100 Kepala Keluarga.
MENYASAR 17 TITIK : POLRI SEBAR PEMBANGUNAN DI SELURUH SULTRA
Tak hanya di Kolaka, komitmen Polri merambah hingga ke pelosok kabupaten lain di Sulawesi Tenggara. Total ada 15 titik tambahan yang telah dipetakan untuk perbaikan dan pembangunan baru, meliputi:
- Polres Buton: 3 titik (Desa Sumber Sari & Bonelalo).
- Polres Muna: 2 titik (Kusambi & Bone-Bone).
- Polres Butur: 2 titik (Desa Kotawo & Marga Karya).
- Wilayah Lainnya: Konsel (Amohola), Bombana (Tampabulu), Konut, Kolut (Kec. Tiwu), Koltim (Woikondo), Konawe (Lambukoni), hingga Buteng (Desa Gundu).
Wakapolri menegaskan bahwa langkah ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang menginginkan infrastruktur Indonesia lebih adaptif. Mengingat karakter geografis Indonesia yang menantang dan rawan bencana, pembangunan jembatan perintis ini dirancang untuk menjadi solusi transportasi yang tangguh namun tetap menyentuh kebutuhan dasar rakyat.
Dengan resminya jembatan-jembatan ini, akses pendidikan bagi anak sekolah kini lebih aman, distribusi hasil bumi petani lebih cepat, dan denyut nadi ekonomi di desa-desa Sultra dipastikan akan berdetak lebih kencang.[■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
- *Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
- *Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16






