Kota Bekasi, MSIR.COM ------ Pertandingan pekan ke-29 lanjutan BRI Super League musim 2025-2026 yang mempertemukan Persita Tangerang vs Bali United di Stadion Banten Internasional, Serang, Kamis 23/4/2026 Kick-off pukul 15.30 WIB, berakhir dengan penuh drama. Dalam laga yang berjalan intens sejak peluit pertama dibunyikan, tim tamu berjuluk Serdadu Tridatu berhasil membawa pulang tiga poin krusial berkat kemenangan tipis 0-1.
Namun, skor tipis tersebut tidak menggambarkan betapa panasnya tensi di lapangan, terutama saat teknologi VAR (Video Assistant Referee) menjadi penentu nasib di menit-menit akhir pertandingan.
Ingin PUBLIKASI BERITA atau PASANG IKLAN di sini?
"Bisnis Anda Ingin Dilihat Ribuan Pembaca? Promosikan produk atau jasa Anda di sini. Hubungi tim redaksi Media Seputar Indonesia Raya untuk penawaran menarik."
HUBUNGI: 0812-8175-4849 "REDAKSI" SEKARANG!BABAK PERTAMA: DUEL TAKTIK DAN ADU TANGGUH KIPER
Sejak kick-off, baik Persita maupun Bali United memperagakan permainan terbuka. Sepuluh menit awal menjadi ajang adu transisi di sisi sayap. Persita yang bertindak sebagai tuan rumah mencoba membongkar pertahanan lawan lewat tusukan-tusukan cepat, namun rapatnya barisan belakang Bali United membuat upaya "Pendekar Cisadane" sering kali mentah sebelum masuk ke sepertiga akhir lapangan.
Bali United memberikan ancaman nyata pertama pada menit ke-15. Berawal dari skema cut-back cerdik dari Rahmat, bola mengarah ke Yachida yang berdiri di tengah kotak penalti. Sayangnya, sontekan Yachida masih melambung tipis di atas mistar gawang Igor Rodrigues.
Tak lama berselang, Jan Jansen tampak gemas di pinggir lapangan saat Rahmat Arjuna mendapatkan peluang emas. Umpan silang melengkung dari Gopel disambut dengan tendangan voli tanpa kawalan di tiang jauh. Bola meluncur deras ke arah gawang, namun Igor Rodrigues menunjukkan kelasnya dengan aksi penyelamatan gemilang.
Persita tak tinggal diam. Menit ke-20, Hokky memberikan umpan manja kepada Andrejic Aleksa. Sayang, sontekan Aleksa masih terlalu lemah sehingga Mike Hauptmeijer dengan mudah mengamankan si kulit bundar. Babak pertama waktu turun minum ditutup dengan aksi heroik Hauptmeijer yang menepis tendangan bebas melengkung Pablo Ganet yang nyaris merobek pojok gawang.
BABAK KEDUA: TITIK PUTIH DIEGO CAMPOS PECAH KEBUNTUAN
Memasuki babak kedua, tempo permainan meningkat. Malapetaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-60. Pablo Ganet yang berniat memblok tembakan keras pemain Bali United justru tertangkap basah melakukan handball di dalam kotak terlarang. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Diego De Jesus Campos Ballestero maju sebagai algojo. Dengan ketenangan luar biasa, Diego melepaskan tendangan ke arah kiri gawang. Igor Rodrigues sebenarnya sudah menebak arah bola, namun derasnya laju bola tak mampu dibendung. Skor berubah 0-1 untuk Bali United di menit ke-61.
Tertinggal satu gol membuat Persita tampil lebih agresif. Hanya lima menit setelah gol Diego, Persita mendapatkan peluang lewat tendangan bebas tepat di depan kotak penalti. Eber Bessa, sang mantan jenderal lapangan tengah Bali United, maju mengambil eksekusi. Ada aroma "balas dendam" di sini, namun sepakan melengkung kaki kanannya hanya melipir tipis di sisi kiri gawang mantan klubnya tersebut.
Persita terus menggempur. Pablo Ganet mencoba membayar kesalahannya lewat tendangan spekulasi jarak jauh, disusul oleh sepakan keras kaki kiri Zulfan Djiaulhaq di menit ke-76. Namun, hari itu sepertinya milik Mike Hauptmeijer yang tampil bak tembok raksasa di bawah mistar Bali United.
Puncak drama terjadi pada menit ke-85. Stadion Banten Internasional sempat bergemuruh saat wasit memberikan penalti untuk Persita setelah umpan silang Nur Hardianto dianggap mengenai tangan Ricky Fajrin.
Namun, selebrasi pemain Persita terhenti. Wasit utama, Yudai Yamamoto, mendapatkan instruksi dari ruang VAR untuk meninjau ulang kejadian tersebut. Suasana menjadi sangat tegang selama beberapa menit. Ada dua hal yang dipantau: kemungkinan offside Esal Sahrul sebelum memberikan bola, dan apakah bola benar-benar mengenai tangan Ricky Fajrin.
Setelah melihat monitor di pinggir lapangan, Yudai Yamamoto akhirnya membatalkan keputusan penalti. Dalam tayangan ulang yang diputar, bola terbukti lebih mengenai bagian bahu dan dada atas Ricky Fajrin saat ia melakukan blok. Keputusan ini sontak memicu protes keras dari bangku cadangan Persita, namun wasit tetap pada pendiriannya.
KLASEMEN SUPER LEAGUE: BALI UNITED MELESAT, PERSITA TERPEROSOK
Hingga 10 menit tambahan waktu (injury time) berakhir, skor 0-1 tidak berubah. Kemenangan ini menjadi angin segar bagi Bali United. Tambahan tiga poin membuat posisi mereka melesat tajam:
|
Posisi Sebelumnya |
Posisi Baru |
Tim |
|---|---|---|
|
10 |
7 |
Bali United |
|
8 |
9 |
Persita Tangerang |
Kemenangan ini membuktikan mentalitas juara Bali United yang mampu tetap tenang di bawah tekanan, sementara bagi Persita, hasil ini menjadi bahan evaluasi besar, terutama dalam penyelesaian akhir dan disiplin di area kotak penalti.
Laga Persita vs Bali United pekan ini mengingatkan kita bahwa di era sepak bola modern, hasil akhir tidak hanya ditentukan oleh skill pemain di lapangan, tapi juga oleh ketelitian teknologi VAR. Bali United pulang dengan senyum lebar, sementara Persita harus gigit jari setelah gol penyama kedudukan mereka "dirampas" oleh keputusan VAR yang objektif.[■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
- *Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
- *Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16






