![]() |
| Photo Dok. Humas Pemkot Bekasi |
Kota Bekasi, MSIR.COM ------Posyandu kini bukan lagi sekadar tempat menimbang berat badan balita. Di tangan TP PKK Kota Bekasi, fasilitas kesehatan berbasis masyarakat ini tengah dipacu untuk bertransformasi menjadi pusat layanan dasar yang serba bisa.
Semangat transformasi ini terlihat jelas saat Ketua TP PKK Kota Bekasi, Wiwiek Hargono Tri Adhianto, melakukan kunjungan langsung ke Posyandu Kenari RW 04, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu. Tak sendirian, Wiwiek hadir bersama Wakil Ketua TP PKK, Wuri Handayani, untuk memastikan masyarakat mendapatkan hak dasarnya melalui monitoring 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
MEMASTIKAN HAK DASAR WARGA LEWAT 6 SPM
Kunjungan ini bukan sekadar seremoni. Wiwiek ingin memastikan bahwa enam pilar pelayanan Publik mulai dari kesehatan, pendidikan, hingga ketentraman Umum benar-benar dirasakan oleh warga di tingkat akar rumput.
"Penerapan SPM adalah kunci agar masyarakat kita memperoleh layanan yang layak dan merata. Kita ingin memastikan kualitasnya tidak main-main," tegas Wiwiek di sela-sela kunjungannya.
MELAWAN HOAKS VAKSIN DENGAN PENDEKATAN HATI
Salah satu poin krusial yang ditemukan di lapangan adalah masih adanya keraguan sebagian orang tua terhadap pemberian vaksin dan Vitamin A. Menanggapi hal ini, TP PKK Kota Bekasi bergerak cepat memperkuat peran para kader.
Wiwiek menekankan bahwa kader Posyandu adalah "ujung tombak" yang harus memiliki kapasitas komunikasi persuasif. Bukan sekadar memberi instruksi, tapi mengedukasi dengan hati dan basis data yang benar.
"Para kader memiliki peran strategis. Kita butuh pendekatan yang kreatif dan komunikatif agar orang tua paham bahwa imunisasi adalah investasi masa depan untuk tumbuh kembang anak," ujar Wiwiek dengan nada optimistis.
POSYANDU MASA DEPAN: TERINTEGRASI DAN SERBA ADA
Visi besar yang sedang diusung adalah menjadikan Posyandu sebagai pusat layanan dasar terintegrasi. Ke depannya, Posyandu diharapkan tidak hanya mengurusi kesehatan ibu dan anak, tetapi juga menjadi simpul kesejahteraan masyarakat, termasuk dalam hal pendataan sosial.
Dengan data yang akurat dari Posyandu, Pemerintah Kota Bekasi dapat mengidentifikasi permasalahan sosial lebih dini—seperti potensi stunting hingga masalah ekonomi—untuk kemudian dicarikan solusinya secara kolaboratif.
KADER SEBAGAI PELOPOR DAN PELAPORMenutup arahannya, Wiwiek mengingatkan peran ganda kader sebagai Pelopor dan Pelapor.
- Pelopor: Menjadi teladan hidup sehat dan sadar layanan publik di lingkungannya.
- Pelapor: Menjadi mata dan telinga pemerintah untuk menangkap isu-isu di masyarakat agar segera tertangani.
Sinergi antara TP PKK, Puskesmas, dan perangkat daerah ini diharapkan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan kualitas hidup warga Kota Bekasi secara nyata. [■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP: 0812-8175-4849.
*Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
*Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16






