Kota Bekasi, MSIR.COM ------ Memasuki usia ke-29, Kota Bekasi tidak hanya merayakannya dengan kemeriahan seremoni semata. Ada pesan mendalam tentang kelestarian alam yang ingin disampaikan. Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, turun langsung ke lapangan untuk memimpin aksi susur sungai, bersih-bersih sampah, hingga penanaman pohon di bantaran Kali Bekasi, Selasa (21/4).
Berpusat di Basecamp Pasukan Katak, Delta Pekayon, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat adalah kunci utama dalam memulihkan ekosistem sungai yang kian terbebani.
Ingin PUBLIKASI BERITA atau PASANG IKLAN di sini?
"Bisnis Anda Ingin Dilihat Ribuan Pembaca?
Promosikan produk atau jasa Anda di sini. Hubungi tim redaksi Media Seputar Indonesia Raya untuk penawaran menarik."
HUBUNGI: 0812-8175-4849 "REDAKSI" SEKARANG!BUKAN SEKADAR SEREMONI, TAPI LANGKAH KONKRET
Dalam suasana yang penuh semangat gotong royong, Abdul Harris menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas perayaan ulang tahun kota.
"Hari ini kita berkumpul bukan hanya untuk memperingati hari jadi kota, tapi untuk menunjukkan kepedulian kolektif kita. Kali Bekasi adalah urat nadi kehidupan masyarakat yang harus kita jaga bersama," ujar Harris di sela-sela kegiatannya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen penting, mulai dari jajaran DPRD Kota Bekasi, TNI (Kodim 05/07), Polres Metro Bekasi Kota, hingga Dinas Lingkungan Hidup. Kehadiran komunitas militan seperti Pasukan Katak dan komunitas peduli Sungai Cileungsi-Cikeas menambah kekuatan dalam aksi pembersihan ini.
KALI BEKASI: ANTARA SEJARAH DAN SOLUSI BANJIR
Bagi masyarakat Bekasi, sungai ini bukan sekadar aliran air biasa. Abdul Harris mengingatkan bahwa Kali Bekasi memiliki nilai historis dan ekologis yang tak ternilai.
Dengan membersihkan tumpukan sampah dan menanam pohon di sepanjang bantaran, pemerintah berharap dapat:
- Meminimalisir Risiko Banjir: Mengembalikan kapasitas tampung sungai dan memperlancar aliran air.
- Memperbaiki Ekosistem: Penanaman pohon berfungsi untuk memperkuat struktur tanah di bantaran kali guna mencegah erosi.
- Membangun Budaya Baru: Mengajak warga beralih dari kebiasaan membuang sampah ke sungai menjadi penjaga sungai.
MEMBANGUN BUDAYA "Bekasi Bersih"
Sinergi lintas sektor yang terlihat dalam kegiatan ini diharapkan menjadi pematik bagi warga lainnya. Seringkali, masalah lingkungan di perkotaan dianggap hanya tugas pemerintah, namun melalui aksi ini, Wawali ingin mematahkan stigma tersebut.
“Mari kita jadikan momentum ini sebagai titik balik. Kita mulai bangun budaya hidup bersih. Bersama-sama, kita bisa wujudkan Bekasi yang lebih sehat, indah, dan tentu saja bebas dari ancaman banjir,” pungkasnya menutup sambutan.[■]
Tim Redaksi, Editorial: Iwan Iskandar
- *Follow the👉: mediaseputarindonesiaraya.com
- *Channel WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16






