Iklan kantor DPRD Kota Bekasi

iklan

Dahsyat! Aceh Utara Butuh Rp26 Triliun untuk Pemulihan Pasca Banjir 2026

REDAKSI
Rabu, Januari 21, 2026 | 16:31 WIB Last Updated 2026-02-27T03:39:01Z


Lhoksukon, MSIR.COM ------Langkah besar diambil Pemerintah Kabupaten Aceh Utara dalam upaya bangkit dari keterpurukan pascabencana. Tak tanggung-tanggung, total kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah ini diprediksi mencapai angka fantastis, yakni Rp26,05 triliun.

​Kepastian angka tersebut tertuang dalam dokumen Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (JITUPASNA) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) yang resmi ditandatangani oleh Bupati Aceh Utara, H. Ismail A. Jalil (Ayah Wa), pada Rabu (21/1/2026).

KOMITMEN LINTAS SEKTOR UNTUK ACEH UTARA 

​Penandatanganan dokumen strategis ini dilakukan di Pendopo Bupati dengan melibatkan jajaran Forkopimda, termasuk Dandim 0103/Aceh Utara, Kapolres Lhokseumawe, Kapolres Aceh Utara, hingga pihak Kejaksaan Negeri.

​Juru Bicara Pemkab Aceh Utara, Muntasir Ramli, menegaskan bahwa dokumen JITUPASNA bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan hasil kajian mendalam sesuai regulasi nasional (PP No. 21 Tahun 2008 dan Peraturan BNPB No. 5 Tahun 2017).​

"JITUPASNA disusun berdasarkan mekanisme regulasi, bukan sekadar estimasi statistik. Ini adalah fondasi utama pemulihan dari hulu hingga hilir," ujar Muntasir, Sabtu (24/1/2026).


​RINCIAN ANGGARAN Rp26 Triliun: KE MANA SAJA DIALOKASIKAN?

​Bencana banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu memang meninggalkan luka mendalam. Tercatat 90 persen wilayah dari 27 kecamatan di Aceh Utara terendam lumpur. Berikut adalah rincian 5 sektor utama kebutuhan pemulihan:

 

Sektor Pemulihan

Total Anggaran

Fokus Utama

*Infrastruktur

Rp7,08 Triliun

Transportasi, Sumber Daya Air (SDA), dan Energi.

*Lintas Sektor

Rp6,22 Triliun

Lingkungan Hidup dan Pengurangan Risiko Bencana.

*Ekonomi

Rp5,57 Triliun

Pertanian, Perkebunan, UMKM, dan Perikanan.

*Perumahan

Rp5,22 Triliun

Pemukiman warga dan prasarana lingkungan.

*Sosial

Rp1,95 Triliun

Pendidikan, Kesehatan, dan Sarana Keagamaan.


PEMULIHAN EKONOMI DAN INFRASTRUKTUR JADI PRIORITAS 

​Sektor Infrastruktur menelan biaya terbesar mencapai Rp7,08 triliun. Hal ini sangat krusial mengingat rusaknya akses transportasi dan sistem pengairan (SDA) yang menjadi urat nadi mobilitas warga.

​Di sisi lain, sektor Ekonomi mendapatkan perhatian khusus dengan alokasi Rp5,57 triliun. Anggaran ini ditujukan untuk menghidupkan kembali lahan pertanian dan UMKM yang lumpuh total akibat rendaman banjir akhir tahun lalu.

LANGKAH STRATEGIS MENUJU REKONSTRUKSI 

​Muntasir menambahkan bahwa hasil kajian JITUPASNA ini akan menjadi acuan resmi bagi Pemerintah Kabupaten dalam menyinkronkan perencanaan pusat dan daerah. Dokumen R3P diharapkan mempercepat kucuran dana bantuan, baik dari APBN maupun sumber pendanaan lainnya yang sah.

​Dengan adanya dokumen ini, masyarakat Aceh Utara menaruh harapan besar agar proses pembangunan kembali fasilitas publik dan hunian warga tidak lagi tertunda, demi mewujudkan Aceh Utara yang lebih tangguh menghadapi ancaman bencana di masa depan. (Muha - Kontributor Aceh) [■] 








Tim Redaksi, Editorial:  Iwan Iskandar

**Untuk Pengiriman👉: PRESS RELEASE, UNDANGAN PELIPUTAN, KERJASAMA PUBLIKASI dan IKLAN . hubungi: WHATSAPP0812-8175-4849.

*Channel WhatsApphttps://whatsapp.com/channel/0029Vatmniz6hENvr9h8AF16









Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dahsyat! Aceh Utara Butuh Rp26 Triliun untuk Pemulihan Pasca Banjir 2026

Trending Now

Iklan logo PWI dan SMSI

Logo PWI dan SMSI